SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATERI BULUTANGKIS BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK PESERTA DIDIK KELAS X SMK NEGERI 11 MALANG

Yoga Okta Tri Wirawan

Abstrak


RINGKASAN

Yoga, Okta Tri Wirawan. 2019. Pengembangan Media Pembelajaran Materi Bulutangkis Berbasis Multimedia Interaktif Untuk Peserta Didik Kelas X SMK Negeri 11 Malang. Skripsi, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. Eko Hariyanto M.Pd., (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd., M.Pd.

Kata Kunci: media pembelajaran, multimedia interaktif, bulutangkis, power point

Pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan tidak serta-merta mengajarkan dengan pendekatan metode ceramah. SMK Negeri 11 Malang multimedia belum sepenuhnya digunakan yang mengakibatkan kegiatan teori di dalam kelas kurang diminati oleh siswa dan penggunaan elektronik seperti komputer dan android masih belum di maksimalkan, maka dari itu pengembangan media interaktif pembelajaran memungkinkan semua teks, gambar, video, audio masuk ke dalam media interaktif. Dengan media interaktif siswa akan lebih aktif untuk belajar bulutangkis.

Tujuan penelitian dan pengembangan untuk mengembangkan produk media pembelajaran berbasis multimedia interaktif menggunakan aplikasi power point .

Metode Penelitian ini menggunakan  model pengembangan William W.Lee & Diana L. Owen (2004) yaitu dengan tahapan need assessment, front-end analysis, desaign, development, implementation, evaluation. teknik analisis bersifat kuantitatif, yang didapatkan dari penyerahan angket dan kualitatif, yang didapatkan dari saran, kritik, dan pendapat.

Hasil Pengembangan menunjukkan  hasil ahli media  sebesar 90% dan 94%,  ahli materi 82% dan 83%, ahli bulutangkis 82,46% dan 82,31%, (4) uji kelompok kecil 73,1% & 77%, (5) uji kelompok besar 81,06% & 82,3%.

Simpulan untuk pengembangan penelitian ini adalah penggunaan media interaktif sangat sesuai untuk pembelajaran teori di kelas dan memungkinkan siswa tidak merasa bosan dengan adanya kegiatan teori tentang materi bulutangkis. Saran untuk pengembangan yang akan datang sebaiknya desain media harus sesuai kebutuhan peserta didik, serta perlu dikembangkan lagi agar pembelajaran berjalan dengan baik.