SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN BERMAIN DAN TGT TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN PASSING BAWAH BOLAVOLI GANDU LEVEL II PADA SISWA SMPN 02 TUREN

Muslimah Oktaviani

Abstrak


ABSTRAK

 

Oktaviani, Muslimah. 2019. Pengaruh Metode Pembelajaran Bermain dan TGT terhadap Hasil Belajar Keterampilan Passing Bawah Bola Voli Gandu pada Siswa SMPN 02 Turen. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Asim, M. Pd.

 

Kata kunci: metode bermain, metode teams-games tournament (TGT), passing bolavoli gandu level II.

Permainan Bolavoli gandu merupakan modifikasi permainan bolavoli yang mengkombinasikan olahraga bolavoli, sepakbola, dan sepak takraw, serta dengan mengubah beberapa ketentuan mulai dari jumlah pemain, ukuran lapangan, tinggi net, berat dan ukuran bola yang digunakan.

Tujuan modifikasi permianan bola voli ini adalah siswa dapat bermain bolavoli dengan rasa senang dan memainkan bola cukup lama. Permainan bolavoli gandu memiliki beberapa level sesuai dengan jenjang tingkatan pendididkan. Pada penelitian ini, peneliti memilih permainan bolavoli gandu level II yang dikhususkan untuk siswa SMP kelas VII, hal ini dikarenakan keterampilan dasar yang harus dikuasai siswa dalam materi bola besar, khususnya permainan bolavoli adalah passing bawah.

Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan “The Two Group Pretest-Postest Design” dengan pemilihan kelompok yang diacak. Variabel yang diteliti yaitu (1) variabel terikat berupa hasil belajar keterampilan passing bawah bolavoli gandu, (2) variabel bebas meliputi (a) metode bermain dan (b) metode Teams Games Tournament (TGT). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 02 Turen Kabupaten Malang yang berjumlah 30 siswa dengan 15 siswa kelompok metode bermain dan 15 siswa kelompok metode Teams-Games Tournament (TGT).

Berdasarkan uji Anava satu arah (One Way Anova) dengan α = 0,05, diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Kelompok pembelajaran metode bermain diperoleh Sig (p) 0,006 < 0,05, maka ada perbedaan rata-rata hasil belajar passing bawah bolavoli gandu level II. (2) Kelompok pembelajaran metode Teams Games Tournament (TGT) diperoleh Sig (p) 0,000 < 0,05, maka ada perbedaan rata-rata hasil belajar passing bawah Teams Games Tournament (TGT). (3) Kemudian dari uji hipotesis data metode pembelajaran bermain dan metode pembelajaran Teams Games Tournament (TGT)  diperoleh Sig (p) 0,004 < 0,05, Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa rata-rata hasil belajar passing bawah metode pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) lebih baik dari pada rata-rata hasil belajar passing bawah metode pembelajaran bermain.

Berdasarkan dari eksperimen bahwa metode pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) lebih baik dari pada metode pembelajaran bermain terhadap peningkatan hasil belajar keterampilan passing bawah siswa kelas VII SMPN 02 Turen Kabupaten Malang. Berdasarkan simpulan dihasilkan, maka disarankan metode pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dapat dijadikan model latihan untuk meningkatkan hasil belajar keterampilan passing bawah bolavoli gandu level II pada siswa kelas VII SMPN 02 Turen Kabupaten Malang.