SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBEDAAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI PESERTA EKSTRAKURIKULER FUTSAL SMP DAERAH DATARAN RENDAH KABUPATEN MALANG DENGAN DAERAH DATARAN TINGGI KOTA MALANG

Ahmad Bachtiar Rifa'i

Abstrak


Kebugaran jasmani merupakan salah satu faktor kunci yang harus dimiliki oleh setiap pemain futsal. Karakteristik dalam olahraga futsal adalah membutuhkan daya tahan tubuh yang baik, kecepatan, kekuatan dan kelincahan dalam waktu yang relatif lama. Selain melatih tekniknya seorang pemain futsal juga diharuskan memiliki kebugaran jasmani yang baik.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan tingkat kebugaran jasmani peserta ekstrakurikuler futsal SMP daerah dataran rendah dengan daerah dataran tinggi.

Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian survei. Dalam penelitian ini yang digunakan sebagai populasi adalah peserta ekstrakurikuler futsal SMP di daerah dataran rendah dengan daerah dataran tinggi yang berada di Malang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling atau sampel terpilih.

Berdasarkan penelitian dan analisis data yang telah dilakukan, diperoleh hasil uji-t atau Independent Sample T-Test dengan taraf signifikan α = 0,05. Dari paparan data yang telah diuji, diketahui nilai rata-rata antarapesertaekstrakurikuler futsal SMP Modern Al-Rifa’iedengan rata-rata 15,79 yang berada di daerah dataran rendah Kabupaten Malang dan SMPN 24 Malang dengan rata-rata 14,71 yang berada di daerah dataran tinggi Kota Malang. Dari hasil analisis data diketahui tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Sedangkan apabila dilihat dari perbandingan rata-rata (mean) dari kedua sekolah tersebut, terdapat perbedaan meskipun tidak signifikan. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan tingkat kebugaran jasmani peserta ekstrakurikuler futsal SMP daerah dataran rendah dengan daerah dataran tinggi.

 

Saran setelah diadakannya penelitian ini adalah pembina ekstrakurikuler perlu untuk mengetahui karakteristik anak didiknya agar dapat menentukan program latihan yang lebih terarah, apakah harus diberikan latihan mengenai teknik atau latihan untuk meningkatkan kondisi fisik. Latihan yang spesifik akan menjadikan peserta mudah untuk mengetahui dan mengingat poin-poin yang ada dalam latihan, oleh karenanya pembina ekstrakurikuler harus pandai memilah bobot latihan yang diberikan. Sehingga peserta akan lebih siap ketika harus menjalankan latihan-latihan yang intensitasnya semakin berat (high intensity training) dan lebih maksimal apabila sewaktu-waktu diadakan sebuah tes atau penilaian.