SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN MAN TO MAN DEFENSE PADA EKSTRAKURIKULER BOLA BASKET SMA NEGERI 3 MALANG

ROYZAQ HARAMAIN

Abstrak


ABSTRAK

 

Haramain, Royzaq. 2010. Pengembangan Model Latihan Man To Man Defense Pada Ekstrakurikuler Bolabasket SMA Negeri 3 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Saichudin, M.Kes, M.S (2) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes.

 

Kata kunci: Pengembangan, model latihan, man to man defense bolabasket.

 

Man to man defense adalah pertahanan  orang per orang, sistem pertahanan menggunakan taktik, satu permain menjaga satu pemain lawan secara ketat (Kosasih, 1985:203). Pertahanan individu adalah kunci pertahanan tim secara keseluruhan. Pertahanan sebuah tim bolabasket bisa sekuat ataupun selemah pertahanan individu. Oleh karena itu, semua pemain dilapangan harus baik dalam pertahanan. Para pemain yang hebat dalam pertahanan individu mampu meminimalkan penguasaan bola pemain menyerang, yang berarti penguasaan kesempatan permainan penyerang mencetak angka.

Berdasarkan analisis kebutuhan yang menggunakan instrumen kuisioner tertutup pada: (1) siswa ekstrakurikuler bolabasket SMA Negeri 3 Malang, (2) Pelatih bolabasket SMA Negeri 3 Malang, tanggal 29-31 September 2009 dapat diambil kesimpulan bahwa kegiatan latihan defense yang diajarkan hanya pertahanan daerah (zone defense ) dan belum pernah mendapat teknik dasar man to man defense, akibatnya saat melawan tim yang tangguh mereka tidak dapat menerapkan permainan pertahanan yang kuat dan dapat dengan mudah dipecahkan karena sistem rotasinya yang mudah dipecahkan oleh lawan.

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model latihan man to man defense (bertahan 1 lawan 1) untuk siswa putra yang mengikuti kegiaatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 3 Malang. Sehingga siswa dapat dengan mudah mempelajari latihan man to man defense dengan baik dan benar.

Model pengembangan dalam penelitian ini menggunakan Research and Development yang dikemukakan oleh Borg dan Gall,  yang telah dimodifikasi oleh peneliti. Prosedur penelitian pengembangan model latihan man to man ini adalah sebagai berikut: (1) Kegiatan pengumpulan informasi yakni, penyebaran kuesioner, (2) mengembangkan produk awal (peneliti mengembangkan buku model latihan man to man defense), (3) kegiatan evaluasi ahli (dua ahli pengembangan bolabasket dan satu ahli kepelatihan bolabasket), (4) Revisi produk pertama (sesuai tinjauan para ahli) (5) coba tahap I (kelompok kecil) dilakukan dengan melibatkan 10 subyek dengan menguji cobakan revisi produk pertama (6) kegiatan uji coba tahap II (kelompok besar) dengan melibatkan 20 subyek, (7) Hasil akhir, produk pengembangan model latihan man to man defence bolabasket putra di ekstrakurikuler SMA Negeri 3 Malang.

Pengumpulan data untuk data evaluasi ahli berupa kuesioner untuk: (1)  dua orang pengembangan bolabasket dan (2) satu orang kepelatihan  bolabasket. Untuk mendapatkan data uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar peneliti menggunakan metode pengumpulan data berupa instrumen yang disajikan dalam bentuk kuesioner/angket, untuk: (1) uji coba kelompok kecil sebanyak 10 siswa, (2) uji coba kelompok besar sebanyak 20 siswa. Pada pengembangan model latihan man to man defense bolabasket teknik yang digunakan untuk mengolah data hasil penelitian dari ahli bolabasket serta siswa peserta ekstrakurikuler bolabasket SMA Negeri 3 Malang sebagai subjek uji coba adalah teknik persentase.

Hasil penelitian model pengembangan diperoleh data sebagai berikut: (1)  ahli bolabasket yaitu 98,3%  (baik), (2) Uji coba tahap I (kelompok kecil) yaitu 93.15 % (baik), (3) Uji coba tahap II (kelompok besar) yaitu 98.7% (baik).

Hasil pengembangan ini berupa model latihan man to man defense yang dikemas berupa buku model latihan, lengkap dengan keterangan gambar dan petunjuk pelaksanaan. Diharapkan hasil ini dapat diuji cobakan kepada lingkup yang lebih luas dan dapat disosialisasikan kepada sekolah lain dan perguruan tinggi sehingga dapat digunakan sebagaimana mestinya. Karena penelitian ini hanya terbatas pengembangan produk, maka diharapkan ada penelitian selanjutnya yang menguji tentang tingkat efektivitas produk yang telah dikembangkan.