SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

. Perbedaan Pengaruh Model Pembelajaran Passing Bawah Berpasangan dan Individu terhadap Hasil Belajar Keterampilan Passing Bawah pada Kegiatan Ekstrakurikuler Bolavoli Malang

Audina Resitasari

Abstrak


ABSTRAK

 

Pendidikan jasmani  menjadi bagian penting dalam pendidikan dan diajarkan di sekolah-sekolah sebagai salah satu mata peljaran serta kegiatan ektrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler yang berkaitan dengan pendidikan jasmani, salah satunya adalah ekstrakurikuler olahraga, termasuk bolavoli. Untuk bermain bolavoli, peserta ekstrakurikuler harus menguasai salah satu teknik dasar yaitu passing bawah. Teknik passing bawah dapat diajarkan dengan beragam model pembelajaran.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model Pembelajaran Passing Bawah terhadap hasil belajar keterampilan passing bawah bolavoli  Peserta Ekstrakurikuler di Malang.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian “Desain Prates-pascates kelompok statis”. Subjek penelitian yang digunakan adalah peserta ekstrakurikuler SMA Negeri 1 Lawang sebanyak 16 orang menggunakan perlakuan model passing bawah berpasangan, kemudian peserta ekstrakurikuler SMK Nasional Malang sebanyak 12 orang menggunakan perlakuan model passing bawah individu. Analisis data dari penelitian ini menggunakan teknik analisis varians satu jalur.

Dari hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa: (1) perlakuan dengan model pembelajaran passing bawah berpasangan memberikan pengaruh terhadap hasil belajar keterampilan passing bawah bolavoli peserta ekstrakurikuler (Fhitung 4,728 > Ftabel 4,49), (2) perlakuan model pembelajaran passing bawah individu memberikan pengaruh terhadap hasil belajar keterampilan passing bawah bolavoli peserta ekstrakurikuler (Fhitung 5,135 > Ftabel 4,75), (3) ada perbedaan pengaruh antara pembelajaran dengan perlakuan model pembelajaran passing bawah berpasangan dan perlakuan model pembelajaran passing bawah individu terhadap hasil belajar keterampilan passing bawah bolavoli peserta ekstrakurikuler bolavoli Malang (Fhitung 3,108 < Ftabel 4,2), tetapi berdasarkan rata-rata skor akhir pembelajaran dengan perlakuan model pembelajaran passing bawah individu pengaruh yang lebih baik.

 

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan perlakuan model passing bawah individu memberikan pengaruh yang lebih baik dibanding model pembelajaran passing bawah berpasangan terhadap hasil belajar keterampilan passing bawah bolavoli. Saran yang dapat diberikan kepada pembina ekstrakurikuler bolavoli di Malang adalah menggunakan model pembelajaran passing bawah individu karena lebih efektif untuk meningkatkan keterampilan passing bawah peserta ekstrakurikuler bolavoli.