SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Meningkatkan Keaktifan Pembelajaran Gerak DasarLari dan Lompat Melalui Modifikasi Permainan Menggunakan Metode TGT (Team Game Tournament) Bagi Siswa Kelas IV SDN Pelem Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung

Vivid Joni Sopian

Abstrak


Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di sekolah dasar seharusnya berlangsung menarik. Siswa tampak antusias, senang, dan bersemangat. Hal tersebut bisa berlangsung karena guru menguasai materi, menerapkan metode, dapat memerdayakan media, dan dapat membuat siswa di Sekolah Dasar dengan pembelajaran optimal. Termasuk di sekolah SDN 1 Pelem Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung metode yang digunakan belum bervariasi, hal tersebut dapat dibuktikan di dalam pembelajaran gerak dasar atletik lari dan lompat tergolong rendah karena dari aspek indikator yang mempunyai 4 deskriptor yang diamati, seperti: a) melakukan tugas gerak sungguh-sungguh 40%, b) aktif merespon instruksi guru 30%, c) giat dalam menguasai gerakan 40%, d) tanpa disuruh aktif 35%.

Penelitian ini betujuan untuk meningkatkan keaktifan dalam pembelajaran gerak dasar atletik menggunakan metode TGT, agar tujuan pembelajaran dapat tercapai maksimal. Metode TGT yang dikemas dalam memodifikasi permainan yang digunakan yaitu 1) mencuri ekor, 2) benderaku benderamu, 3) evolusi, 4) rambu lalu lintas, 5) lompat balok, 6) lompat hantu.

Rancangan dalam penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan siswa dalam pembelajaran gerak dasar atletik kelas IV SDN 1 Pelem Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung dengan melalui metode TGT menggunakan modifikasi permainan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan siswa mengalami peningkatan pada pembelajaran gerak dasar atletik selama siklus I dan siklus II. Dari deskriptor a) melakukan gerak sungguh-sungguh 35% pada siklus I meningkat menjadi82.5% siklus II, b) aktif merespon instruksi 32.5% pada siklus I meningkat menjadi 80% siklus II, c) giat dalam bergerak 30% pada siklus I meningkat menjadi 82.5% siklus II, d) aktif tanpa disuruh30% meningkat menjadi 82.5% siklus II.

 

Berdasarkan hasil temuan pada penelitian dapat disimpulkan bahwa metode TGT menggunakan mofifikasi bermain yang diberikan oleh guru dalam penelitian meningkatkan keaktifan pembelajaran gerak dasar atletik lari dan lompat pada siswa kelas IV SDN 1 Pelem Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung. Sedangkan saran berdasarkan penelitian ini: a) pemahaman guru akan keaktifan siswa perlu ditingkatkan bertujuan agar kualitas pembelajaran semakin baik, b) guru diharapkan lebih kreatif dan variatif dalam penyampaian materi pembelajaran.