SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Kekuatan Otot Tungkai dengan Kemampuan Lompat Jauh Siswa Kelas Olahraga SMAN 1 Turen Malang

Dwi Meriyanto

Abstrak


ABSTRAK

 

Meriyanto, Dwi. 2016. Hubungan Kekuatan Otot Tungkai dengan Kemampuan Lompat Jauh Gaya Jongkok Siswa Kelas Olahraga SMAN 1 Turen Malang. Skripsi, Program Studi S-1 Pendidikan Jasmani, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, FIK Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Siti Nurrochmah, M. Kes (2) Febrita Paulina H, S.Pd, M.Pd

 

Kata kunci : Hubungan, kekuatan otot tungkai, lompat jauh, gaya jongkok.

Untuk mencapai suatu prestasi dalam cabang olahraga diharapkan pelatih memiliki pengetahuan tentang faktor yang mempengaruhi prestasi olahraga tersebut. Dalam cabang olahraga atletik khususnya lompat jauh, kondisi fisik sangat berpengaruh terhadap hasil lompatan yang diraih. Lompat jauh dibedakan menjadi beberapa komponen mulai dari awalan, tolakan, melayang di udara, dan mendarat. Kondisi fisik tersebut dipergunakan dalam setiap komponen mulai dari awalan sampai pendaratan yang diperoleh dari daya ledak otot, kekuatan otot, kecepatan lari, dan kondisi fisik lainnya. Dari beberapa kondisi fisik tersebut kekuatan otot tungkai merupakan salah satu faktor yang penting dalam kemampuan lompat jauh. Dikarenakan kekuatan otot tungkai dipergunakan untuk menolak pada saat pelompat melakukan tolakan, yang menentukan jauhnya lompatan.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) hubungan yang signifikan antara kekuatan otot tungkai dengan kemampuan lompat jauh gaya jongkok (2) untuk mengetahui besarnya sumbangan variabel kekuatan otot tungkai terhadap kemampuan lompat jauh gaya jongkok siswa kelas olahraga SMAN 1 Turen Malang

Rancangan penelitian yang dipakai adalah rancangan survei berbentuk korelasional. Dari populasi sebanyak 70 siswa diambil sampel 50% sebanyak 34 siswa diambil dengan teknik porposional purposive sistematic random sampling. Instrumen yang digunakan menggunakan tes fisik. Tes terdiri dari tes kekuatan otot tungkai menggunakan alat leg dynamometer dan kemampuan lompat jauh dengan tes lompat jauh. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan statistika inferensial berupa uji r, dan dilanjutkan dengan uji lanjut berupa uji t.

Hasil analisis menunjukkan nilai r hitung sebesar 0,621 dan dibandingkan dengan r tabel (α 0,05) sebesar 0,339. Nilai rhitung > rtabel berarti ada hubungan antara variabel bebas dan terikat. Hasil analisis uji lanjut uji t diperoleh hasil t hitung  4,48 dan t tabel ttabel (α 0,05) sebesar 1,69 sehingga ada hubungan yang signifikan antara variabel kekuatan otot denan kemampuan lompat jauh. Besarnya sumbangan efektifitas sebesar 38,5%

Hasil penelitian disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kekuatan otot tungkai dengan kemampuan lompat jauh sebesar 38,5%. Saran bagi guru di SMAN 1 Turen khususnya kelas olaharaga untuk lebih menekankan latihan kekuatan otot tungkai untuk memperoleh lompatan yang maksimal.