SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Latihan Kelincahan terhadap Peningkatan Kelincahan di Sekolah Sepakbola (SSB) Tunas Muda Malang

Saiful Bahri Shidiq

Abstrak


ABSTRAK

 

Bahri, Saiful Shidiq. 2015. Pengaruh Model Latihan Kelincahan terhadap Peningkatan Kelincahan di Sekolah Sepakbola (SSB) Tunas Muda Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd, (II) Fahrial Amiq, S.Or., M.Pd.

 

Kata Kunci: Model latihan kelincahan, peningkatan kemampuan kelincahan, sepakbola

Sepakbola merupakan cabang olahraga yang paling banyak diminati oleh seluruh kalangan masyarakat di seluruh dunia, karena olahraga ini merupakan olahraga yang melibatkan banyak orang yaitu masing-masing tim beranggotakan 11 pemain. Dalam permainan sepakbola kondisi fisik sangat penting salah satunya yaitu kelincahan. Kelincahan merupakan aspek kondisi fisik yang sangat penting untuk mengkoordinasikan gerakan-gerakan berganda, mempermudah penguasaan teknik-teknik tinggi, dan mempermudah orientasi terhadap lawan dan lingkungan (pertandingan).

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh model latihan kelincahan terhadap peningkatan kelincahan diSekolah Sepakbola (SSB) Tunas Muda Malang.

Rancangan penelitian yang dipakai adalah penelitian eksperimen. Sampel penelitian ini adalah 24 orang siswa Sekolah Sepakbola (SSB) Tunas Muda Malang. Kemudian sampel penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen berjumlah 12 orang dan kelompok kontrol (konvensional) berjumlah 12 orang. Analisis data dari penelitian ini yaitu berupa teknik analisis varians satu jalur.

Dari hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji F pada taraf signifikasi 0,05, diperoleh F hitung sebesar 7,52 > F tabel 4,30 untuk model latihan kelincahan, untuk kelompok kontrol (latihan konvensional) diperoleh F hitung sebesar 0,03 < F tabel 4,30, dan selisih masing-masing kelompok latihan diperoleh F hitung 65,32 > F tabel 4,30, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara model latihan kelincahan dengan latihan konvensional.

Saran yang dapat diberikan peneliti adalah metode model latihan kelincahan dapat direkomendasikan dan diterapkan dalam program latihan untuk meningkatkan kelincahan, karena perolehan hasil penelitian yang telah dilakukan ternyata model latihan kelincahan memberikan pengaruh yang lebih baik daripada latihan konvensional terhadap peningkatan kelincahan siswa (SSB) Tunas Muda Malang.