SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

MENINGKATAN KETERAMPILAN LOMPAT JANGKIT MENGGUNAKAN METODE BERMAIN PADA SISWA KELAS VII-D MTS NEGERI SUMBERJO KABUPATEN BLITAR

Dhika Wisnu Christawan

Abstrak


ABSTRAK

 

Christawan, Dhika Wisnu. 2014. Meningkatkan Ketrampilan Lompat Jangkit Menggunakan Metode Bermain Pada Siswa Kelas VII-D MTS Negeri Sumberjo Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Sri Purnami, M.Pd (2) Drs. Supriatna, M.Pd.

 

Kata Kunci: lompat jangkit, metode bermain, MTs

 

Pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan (Dikjaskes) di sekolah umum idealnya harus berjalan dengan baik misalnya: guru menguasai materi ajar, dapat menerapkan berbagai metode, dapat memberikan metode belajar video. Namun kenyataanya pembelajaran Dikjaskes di Madrasah Tsanawiyah (MTs) materi atletik nomor lompat jangkit belum sesuai harapan. Hal tersebut dikarenakan guru dalam melaksanakan pembelajaran hanya melakukan atau menerapkan salah satu metode saja yaitu metode ceramah. Hal ini berdampak pada proses belajar dan pembelajaran berlangsung tidak berjalan sesuai keinginan. Siswa tidak menyukai pembelajaran atletik, siswa tidak mendengarkan guru, siswa bergurau sendiri sehingga berdampak terhadap hasil belajar siswa.

Penelitian tindakan kelas bertujuan untuk memperbaiki pembelajaran yang belum efektif. Untuk memperbaiki pembelajaran dalam penelitian tindakan kelas diperlukan adanya tahapan-tahapan dalam menyusun program dan pelaksanaan penelitian. Tahapan-tahapan tersebut yaitu adanya perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Dengan adanya beberapa tahapan diharapkan penelitian berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapan.

Penelitian yang dilakukan di MTs Negeri Sumberjo ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pada pelaksanaan pembelajaran, mencatat hal-hal yang yang menyimpang atau tidak sesuai dengan perencanaan berupa catatan lapangan dan tingkat keberhasilan teknik lompat jangkit.

Hasil penerapan metode bermain pada siklus 1 yaitu: pada teknik awalan tidak ada siswa yang melakukan kesalahan. Pada teknik jingkat masih terdapat 6 siswa atau 15,70% arah tolakannya keatas seharusnya kedepan, 16 siswa atau 42,11% kaki tumpu masih ditarik keatas dan masih ditekuk. Pada teknik langkah terdapat 10 siswa atau 26,32% kaki tumpu masih diam, 14 siswa atau 36,84% tungkai depan masih ditekuk dan 17 siswa atau 44,73% kedua tangan diam atau tidak diayunkan. Pada teknik lompat terdapat 3 siswa atau 7,89% tangan ditekuk, 7 siswa atau 44,73% kaki tumpu pasif dan 6 siswa atau 15,79% pada saat mendarat masih menggunakan satu kaki. Pada siklus 2 sudah mengalami penurunan kesalahan yaitu terbukti pada teknik awalan tidak ada yang melakukan kesalahan. Pada teknik jingkat 4 siswa atau 10,53% tungkai tumpu masih pasif. Pada teknik langkah 5 siswa atau 13,16% tidak megayunkan kedua tangan. Pada teknik lompat terdapat 4 siswa atau 10,53% lutut tidak ditekuk didepan dada.

Penelitian dengan metode bermain bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan lompat jangkit. Diharapkan guru dikjas menggunakan metode bermain agar menambah pengetahuan dan  untuk meningkatkan ketrampilan siswa serta untuk memperbaiki sikap siswa menjadi sikap yang lebih baik.

 

 

 

ABSTRACT

 

Christawan, Dhika Vishnu. 2014 Improving Skills Using the triple jump method Seventh Grade Students Playing In MTS-D State Sumberjo Blitar. Thesis, Department of Physical Education and Health, Faculty of Sport Science, University of Malang. Supervisor (1) Dra. Sri Purnami, M. Pd (2) Drs. Supriatna, M.Pd.

 

Keywords: triple jump, method of play, junior

 

Learning of physical education, sport and health (Dikjaskes) in public schools should ideally go well for example: master teacher teaching materials, can apply a variety of methods, can provide video learning method. However the reality Dikjaskes learning in junior secondary school (MTs) material triple jump athletics numbers not as expected. That is because only the teacher in implementing the learning exercise or enforce any of the methods course is lecture method. This has an impact on the learning process and the learning takes place not running as desired. Students are not learning like athletics, students are not listening to the teacher, students kidding themselves that have an impact on student learning outcomes.

Action research aims to improve the learning that has not been effective. To improve learning in the classroom action research is necessary to the stages in the development of programs and research implementation. These stages namely the planning, implementation, observation and reflection. With the several stages of the research are expected to run well and in line with expectations.

Research conducted in this Sumberjo MTs using descriptive qualitative research method. In the implementation of learning, record things that are deviant or not in accordance with the plan in the form of field notes and the success rate triple jump.

The results of the application of the method to play in cycle 1, namely: the techniques prefix no student who made a mistake. On tiptoe techniques there are 6 students or 15.70% higher should tolakannya forward direction, 16 students or 42.11% pivot foot is drawn up and is still bent. At step technique there are 10 students or 26.32% pivot foot is still silent, 14 students or 36.84% is still bent front leg and 17 students or 44.73% both hands still or not taken. In the jumping technique, there are 3 students or 7.89% hand bent, 7 students or 44.73% passive pivot foot and 6 students or 15.79% at the time of landing is still using one leg. In cycle 2 has been shown to decrease the errors in the prefix techniques which make no mistake. On tiptoe engineering students or 10.53% 4 pivot leg is still passive. In step 5 engineering students or 13.16% megayunkan not second hand. In the jumping technique, there are 4 students or 10.53% are not bent knee in front of the chest.

The research method aims to improve the skills of playing triple jump. It is expected that teachers play dikjas using methods that increase knowledge and to improve the skills of students as well as to improve students' attitudes into a better attitude.