SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

MENINGKATKAN PROSES PEMBELAJARAN GULING DEPAN DENGAN MENGGUNAKAN PART AND WHOLE METHOD PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 TUNJUNG 1 KABUPATEN BLITAR

ahmad sriaji wicaksono

Abstrak


ABSTRAK

 

Wicaksono.Ahmad Sriaji.2014. Meningkatkan Proses Pembelajaran Guling Depan dengan Menggunakan Part and Whole Method pada Siswa Kelas V SDN Tunjung 1 Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang.Pembimbing : (I)Dr. Eko Hariyanto, M.Pd (II) Drs. Tatok Sugiarto , S.Pd., M.Pd

 

Kata Kunci: Proses Pembelajaran, guling depan, part and whole method

Senam lantai guling depan adalah gerakan berguling yang halus dengan menggunakan tubuh bagian tubuh yang berbeda untuk kontak dengan lantai dimulai dari kedua kaki, kedua tangan, ke tengkuk, lalu bahu ke punggung, pinggang dan pantat sebelum akhirnya ke kaki kembali. Berdasarkan observasi awal pada kelas V SDN Tunjung I, diperoleh hasil bahwa penguasaan gerak, pemahaman materi dan sikap terhadap pembelajaran ternyata tidak optimal sehingga kurang efektif.

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses pembelajaran senam lantai guling depan siswa kelas V SDN Tunjung 1 yang masih mengalami kesulitan dengan menggunakan part and whole method. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan diskriptif kualitatif. Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan melalui 3 siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Tunjung 1. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi (pengamatan) dan tes.

Dengan menggunakan part and whole method terbukti mampu meningkatkan proses pembelajaran siswa dari siklus ke siklus. Hal ini bisa dilihat dari persentase keberhasilan siswa dalam melakukan senam lantai guling depan setelah diberikan tindakan dari siklus I, siklus II dan siklus III hasilnya, proses pembelajaran dari siklus I sebesar 52,36% dengan kategori kurang baik, dan pada siklus II mengalami peningkatan dengan skor proses pembelajaran 62,17% yang tergolong dalam kategori cukup baik dan siklus III mengalami peningkatan dengan skor proses pembelajaran 86,46% dalam kategori baik.

Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah dengan menggunakan part and whole method dapat meningkatkan proses pembelajaran guling depan siswa kelas V SDN Tunjung 1. Berdasarkan penelitian ini disarankan  menggunakan part and whole method pada pembelajaran senam lantai guling depan agar memberi kemudahan dan menjadikan siswa menguasai gerakan, memahami materi, menjadi disiplin dan memiliki keberanian untuk melakukan gerakan guling depan dengan benar.