SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH SISTEM BERTAHAN ZONE DEFENSE TERHADAP TINGKAT KEBERHASILAN MENCEGAH SERANGAN LAWAN PADA SISWA KELAS X DAN XI PESERTA EKSTRAKURIKULER FUTSAL SMA NEGERI 1 BATU

AKHMAD FIRMANSYAH

Abstrak


ABSTRAK

 

Firmansyah, Akhmad. 2015. Pengaruh Sistem Bertahan Zone Defense Terhadap Tingkat Keberhasilan Mencegah Serangan Lawan pada Siswa Kelas X dan XI Peserta Ekstrakurikuler Futsal di SMA Negeri 1 Batu. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang: (I) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd (II) Drs. Heru Widijoto, M.S

 

Kata kunci: futsal, sistem bertahan, tingkat keberhasilan mencegah serangan lawan.

 

Futsal dimainkan oleh dua tim yang masing-masing terdiri dari lima pemain. Tujuan dari setiap tim adalah mencetak gol sebanyak-banyaknya ke dalam gawang lawan dan berusaha mencegah tim lawan mencetak gol. Di dalam permainan futsal bertahan merupakan aspek yang terpenting dalam usaha meraih kemenangan. Salah satu sistem bertahan yang umum digunakan bagi pemula adalah sistem bertahan zone defense, dimana setiap pemain melakukan penjagaan pada daerah jaganya masing-masing. Secara teori sistem bertahan zone defense sesuai bila diterapkan pada usia pemula. Berdasarkan hal tersebut diperlukan penelitian mengenai pengaruh sistem bertahan zone defense terhadap tingkat keberhasilan mencegah serangan lawan.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan sistem bertahan zone defense terhadap tingkat keberhasilan mencegah serangan lawan pada siswa kelas X dan XI peserta ekstrakurikuler futsal di SMA Negeri 1 Batu.

Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen dengan rancangan desain 2 kelompok (between subjek) Nonrandomized Pretest-Posttest Control Group Design, dimana pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat diketahui dari perbedaan skor variabel terikat antara kelompok-kelompok subjek yang diberikan perlakuan berbeda, pengukuran variabel terikat dilakukan di awal penelitian (pre-test) dan diakhir penelitian (post-test) baik dalam kelompok eksperimen maupun dalam kelompok kontrol. Selanjutnya data yang telah diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis varian satu jalur (one way anova). Teknik analisis varian satu jalur digunakan untuk menguji perbedaan dua rata-rata (mean) distribusi atau lebih.

Berdasarkan hasil penelitian kelompok eksperimen (menggunakan sistem bertahan zone defense) mengalami peningkatan mean sebesar 3,08, sedangkan kelompok tanpa menggunakan sistem bertahan mengalami peningkatan mean sebesar 1,41. Sesuai dengan hasil yang didapat dapat disimpulkan bahwa penggunaan sistem bertahan zone defense memiliki pengaruh yang lebih baik jika dibandingkan dengan tanpa sistem bertahan.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan pada kelompok yang lebih luas dan disosialisasikan sehingga dapat digunakan sebagaimana mestinya. Selain itu, diharapkan pada penelitian selanjutnya, untuk melakukan uji pada sistem bertahan yang lain dan pada tim yang lain.