SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Mata Pelajaran PJOK pada Materi Budaya Hidup Sehat di Kelas VIII Mts Nurul Huda Banjarsari Selorejo Blitar

Toni Fitria Yunanto, Toni Fitria Yunanto

Abstrak


Kata kunci: Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), aktivitas, hasil belajar, PJOK

 

Berdasarkan observasi awal dan wawancara singkat dengan guru kelas VIII yaitu Bapak Arif, menunjukkan bahwa hasil belajar mata pelajaran PJOK masih rendah. Hasil belajar dapat dilihat dari rata-rata hasil belajar mata pelajaran PJOK yang dicapai hanya 65,50. Nilai tersebut masih di bawah KKM yang ditetapkan yaitu sebesar 70. Selain itu, rendahnya hasil belajar mata pelajaran PJOK dipicu oleh aktivitas siswa selama pembelajaran yang masih kurang.

Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Mendeskripsikan penerapan model pembelajaran PBL pada pembelajaran PJOK kelas VIII MTs Nurul Huda Banjarsari Selorejo Blitar; (2) Mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar siswa kelas VIII MTs Nurul Huda Banjarsari Selorejo Blitar dengan menggunakan model pembelajaran PBL; (3) Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar mata pelajaran PJOK siswa kelas VIII MTs Nurul Huda Banjarsari Selorejo Blitar dengan menggunakan model pembelajaran PBL.

Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan rancangan penelitian ini mengacu kepada model Kemmis dan Taggart yang terdiri dari 2 siklus dan setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini dilakukan di MTs Nurul Huda Banjarsari Selorejo Blitar pada semester II tahun pelajaran 2014/2015 dengan subyek berjumlah 30 siswa.

Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa penggunaan model PBL dapat terlaksana dengan baik, hal ini dapat dilihat dari semua langkah-langkah model PBL telah dilaksanakan oleh guru. Aktivitas belajar siswa pada siklus I mencapai persentase ketuntasan klasikal sebesar 60% meningkat menjadi 83,33% pada siklus II. Hasil belajar mata pelajaran PJOK meningkat ditunjukkan hasil belajar siswa pada pra tindakan nilai rata-rata siswa hanya 65,50 dengan persentase ketuntasan klasikal 36,67%. Pada siklus I hasil belajar siswa meningkat menjadi 69,73 dengan persentase ketuntasan klasikal 53,33% dan meningkat lagi pada siklus II, nilai rata-rata siswa mencapai 80,17 dengan persentase ketuntasan klasikal 86,67%.

Kesimpulan penelitian ini yaitu secara keseluruhan penerapan model PBL telah berhasil dilaksanakan, aktivitas belajar dan hasil belajar mata pelajaran PJOK dapat meningkat melalui penggunaan model PBL. Disarankan agar guru dapat mencoba model PBL dalam pembelajaran pada materi lain untuk meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa.