SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH LATIHAN PASSING MENGGUNAKAN BAN SETENGAH LINGKARAN (BSL) TERHADAP KETERAMPILAN PASSING SEPAKBOLA DI SEKOLAH SEPAKBOLA PERSEDAPIM KOTA BATU

DEDIT SETIA SANDI ARDI

Abstrak


ABSTRAK

 

Ardi, Dedit Setia Sandi. 2015. Pengaruh Latihan Passing Menggunakan Ban Setengah Lingkaran (BSL) Terhadap Keterampilan Passing Sepakbola Di Sekolah Sepakbola Persedapim Kota Batu. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hariyoko, M. Pd, (II) Dr. Asim, M. Pd.

 

Kata kunci: keterampilan passing, sepakbola, Ban Setengah Lingkaran (BSL)

 

Sepakbola adalah olahraga yang dimainkan oleh dua kubu yang beranggotakan 11 pemain yang memperebutkan sebuah bola dengan menggunakan seluruh bagian tubuh selain lengan dan tangan (kecuali penjaga gawang pada wilayah kotak penalty). Teknik dasar yang sangat diperlukan dalam bermain sepakbola adalah passing. Persedapim adalah salah satu sekolah sepakbola yang ada di kota Batu.  Pelaksanaan proses latihan sepakbola di sekolah sepakbola Persedapim menunjukkan adanya masalah yaitu, kurangnya keterampilan passing yang sangat mendasar. Hal tersebut dikarenakan kurangnya latihan khusus untuk melatih keterampilan passing yang diberikan pada siswa.

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan mengkaji peningkatan rata-rata keterampilan passing antara latihan passing konvensional dan latihan passing BSL terhadap keterampilan passing sepakbola pada siswa sekolah sepakbola Persedapim.

Rancangan penelitian yang dipakai adalah eksperimen yang dilakukan kepada siswa sekolah sepakbola Persedapim dengan rentang usia usia  16-19 tahun. Jumlah sampel sebanyak 20 orang dan dibagi menjadi dua kelompok dengan cara ordinal pairing matching. Instrumen penelitian menggunakan tes keterampilan passing. Teknik analisis data yang dipergunakan adalah Analisis Varian (ANAVA) satu jalur.

Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, latihan Konvensional tidak memberikan perbedaan rata-rata (mean) yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan passing pada siswa sekolah sepakbola (Fh= 2,20 < Ft = 4,41). Kedua, latihan menggunakan BSL memberikan perbedaan rata-rata (mean) yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan passing pada siswa sekolah sepakbola (Fh= 18,24 < Ft = 4,41). Ketiga, ada perbedaan rata-rata (mean) yang signifikan antara latihan konvensional dengan latihan BSL terhadap peningkatan keterampilan passing pada siswa sekolah sepakbola (Fh= 24,93 < Ft = 4,41), dan latihan BSL (mean = 18,80 dan SD = 1,32) memberikan pengaruh lebih baik terhadap peningkatan rata-rata (mean) keterampilan passing pada siswa sekolah sepakbola dibandingkan latihan konvensional (mean = 17,40 dan SD = 1,51).

 

Kesimpulan dari latihan passing menggunakan BSL memberikan peningkatan rata-rata (mean) lebih baik terhadap peningkatan keterampilan passing sepakbola pada siswa sekolah sepakbola Persedapim dibandingkan dengan latihan konvensional. Saran yang dapat diberikan kepada pembina sekolah sepakbola Persedapim, supaya menggunakan BSL untuk latihan passing sebagai fariasi latihan dan meningkatkan keterampilan passing sepakbola.