SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Variasi Latihan Teknik Dasar Penjaga Gawang dengan menggunakan Media Bantal (Ban Mental) Usia 14-18 tahun di SSB seluruh Kecamatan Pagak Kabupaten Malang

jadhug bangun saputra

Abstrak


ABSTRAK

 

Bangun, Jadhug. 2014. ”Pengembangan Variasi Latihan Teknik Dasar Penjaga Gawang dengan menggunakan Media Bantal (Ban Mental) Usia 14-18 tahun di SSB seluruh Kecamatan Pagak Kabupaten Malang”.Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd, (II) Dr. Hariyoko, M.Pd.

 

Kata-kata kunci: |Latihan, |Penjaga Gawang, |Bantal (Ban Mental)

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada 26 Januari 2014 di Sekolah Sepakbola (SSB) SUMA jumlah atlet yang mengikuti latihan sepakbola sebanyak 20 atlet, diperoleh data sebagai berikut: 1) Di SSB SUMA, belum ada pelatih khusus untuk melatih penjaga gawang, latihan yang dilakukan oleh penjaga gawang mengikuti materi latihan  seperti dribling, passing, control. 3) Di SSB SUMA sampai saat ini belum ada media bantu yang menunjang latihan khusus penjaga gawang. Dari masalah tersebut, peneliti ingin mengembangkan variasi latihan teknik dasar penjaga gawang menggunakan media bantal (ban mental)di SSB.

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan variasi latihan  teknik dasar penjaga gawang dengan menggunakan media bantal (ban mental), agar latihan penjaga gawang lebih bervariasi di SSB SUMA.Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model yang dikembangkan oleh Borg & Gall yaitu : (1) Melakukan analisis kebutuhan, (2) Mengembangkan produk awal, (3) Validasi ahli. (4) ujicoba kelompok kecil (5) Revisi produk (6) ujicoba  kelompok besar yang terdiri dari 15 subjek, (7) revisi produk akhir,(8) Revisi produk akhir atau yang dilakukan berdasarkan hasil uji lapangan, (9) Produk akhir, setelah semua langkah dilaksanakan, jadilah produk akhir berupa variasi teknik dasar penjaga gawang menggunakan media bantal (ban mental) usia 14-18 tahun di SSB seluruhKecamatanPagakKabupaten Malang, (10) Ujiefektivitas, menggunakan One-Group Pretest-Posttest Design, yaitu dengan melakukan pretest atau tes awal kemudian diberi perlakuan selama 9 pertemuan kemudian melakukan post test atau tes akhir.

Dari evaluasi ahli kepelatihan mendapatkan hasil 89,58 % maka produk pengembangan ini baik sekali dan dapat digunakan sebagai media latihan. Dari evaluasi ahli sepakbola didapat hasil88,75% jadi produk ini baik sekali dan dapat digunakan sebagai media latihan,dari evaluasi ahli media diperoleh hasil dari 39 butir soal 6 menjawab sangat tepat dan 32 menjawab tepat dan 1 menjawab kurang tepat berarti dapat disimpulkan bahwa produk pengambangan ini dapat di jadikan sebagai media latihan.Dari uji coba kelompok kecildiperoleh hasil 86,71%, sehingga pengembanganini dapat di ujicobakan kelompok besar, uji coba kelompok besar diperoleh hasil 88,47%, sehingga produk pengembanganpenelitian ini dapat didunakan sebagai media.

 

Setelah dilakukan penelitian produk ini memiliki kelebihan,video pengembanganiniadalahdapat di salindenganmudah, media inidapatdigunakansebagai media belajar mandiri, video ini dapat diputar menggunakan komputera tau laptop sehingga penggunaannya tidak terbatas ruang dan waktu. Selain itu produk ini mudah dilakukan oleh siswa SSB SUMA, serta dapat membantu siswa dalam latihan teknik dasar penjaga gawang menggunakan media bantal (ban mental) dan memahami visualisasi gerakan teknik dasar penjaga gawang.

ABSTRAK

 

Bangun, Jadhug. 2014. ”Pengembangan Variasi Latihan Teknik Dasar Penjaga Gawang dengan menggunakan Media Bantal (Ban Mental) Usia 14-18 tahun di SSB seluruh Kecamatan Pagak Kabupaten Malang”.Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd, (II) Dr. Hariyoko, M.Pd.

 

Kata-kata kunci: |Latihan, |Penjaga Gawang, |Bantal (Ban Mental)

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada 26 Januari 2014 di Sekolah Sepakbola (SSB) SUMA jumlah atlet yang mengikuti latihan sepakbola sebanyak 20 atlet, diperoleh data sebagai berikut: 1) Di SSB SUMA, belum ada pelatih khusus untuk melatih penjaga gawang, latihan yang dilakukan oleh penjaga gawang mengikuti materi latihan  seperti dribling, passing, control. 3) Di SSB SUMA sampai saat ini belum ada media bantu yang menunjang latihan khusus penjaga gawang. Dari masalah tersebut, peneliti ingin mengembangkan variasi latihan teknik dasar penjaga gawang menggunakan media bantal (ban mental)di SSB.

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan variasi latihan  teknik dasar penjaga gawang dengan menggunakan media bantal (ban mental), agar latihan penjaga gawang lebih bervariasi di SSB SUMA.Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model yang dikembangkan oleh Borg & Gall yaitu : (1) Melakukan analisis kebutuhan, (2) Mengembangkan produk awal, (3) Validasi ahli. (4) ujicoba kelompok kecil (5) Revisi produk (6) ujicoba  kelompok besar yang terdiri dari 15 subjek, (7) revisi produk akhir,(8) Revisi produk akhir atau yang dilakukan berdasarkan hasil uji lapangan, (9) Produk akhir, setelah semua langkah dilaksanakan, jadilah produk akhir berupa variasi teknik dasar penjaga gawang menggunakan media bantal (ban mental) usia 14-18 tahun di SSB seluruhKecamatanPagakKabupaten Malang, (10) Ujiefektivitas, menggunakan One-Group Pretest-Posttest Design, yaitu dengan melakukan pretest atau tes awal kemudian diberi perlakuan selama 9 pertemuan kemudian melakukan post test atau tes akhir.

Dari evaluasi ahli kepelatihan mendapatkan hasil 89,58 % maka produk pengembangan ini baik sekali dan dapat digunakan sebagai media latihan. Dari evaluasi ahli sepakbola didapat hasil88,75% jadi produk ini baik sekali dan dapat digunakan sebagai media latihan,dari evaluasi ahli media diperoleh hasil dari 39 butir soal 6 menjawab sangat tepat dan 32 menjawab tepat dan 1 menjawab kurang tepat berarti dapat disimpulkan bahwa produk pengambangan ini dapat di jadikan sebagai media latihan.Dari uji coba kelompok kecildiperoleh hasil 86,71%, sehingga pengembanganini dapat di ujicobakan kelompok besar, uji coba kelompok besar diperoleh hasil 88,47%, sehingga produk pengembanganpenelitian ini dapat didunakan sebagai media.

 

Setelah dilakukan penelitian produk ini memiliki kelebihan,video pengembanganiniadalahdapat di salindenganmudah, media inidapatdigunakansebagai media belajar mandiri, video ini dapat diputar menggunakan komputera tau laptop sehingga penggunaannya tidak terbatas ruang dan waktu. Selain itu produk ini mudah dilakukan oleh siswa SSB SUMA, serta dapat membantu siswa dalam latihan teknik dasar penjaga gawang menggunakan media bantal (ban mental) dan memahami visualisasi gerakan teknik dasar penjaga gawang.