SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Latihan Shuttle Run terhadap Peningkatan Kelincahan Wasit Komunitas Futsal Malang (KFM).

AHMAD SULTAN ARIFUDDIN

Abstrak


ABSTRAK

 

Arifuddin, Sultan Ahmad. 2015. Pengaruh Latihan Shuttle Run terhadap Peningkatan Kelincahan Wasit Komunitas Futsal Malang (KFM). Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmanidan Kesehatan, Program Sarjana Universitas Negeri Malang, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hariyoko, M.Pd, (II) Fahrial Amiq, S.Or, M.Pd.

 

Kata Kunci: shuttle run, kelincahan, wasit

Futsal merupakan permainan yang cepat dengan waktu yang pendek dan ruang gerak yang sempit. Olehkarenaitu, wasit futsal dituntut untuk memiliki konsentrasi yang tinggi dan selalu melakukan rotasi secara diagonal sesuai dengan arah bola, agar wasit bisa mengambil keputusan dengan benar atas pelanggaran yang terjadi. Seorang wasit futsal harus selalu menjaga kebugaran fisik dengan selalu berlatih untuk menjaga dan meningkatkan kondisi fisik, khususnya bagi para wasit Komunitas Futsal Malang (KFM). Berdasarkanhasil fitness test yang telah dilakukan, masih banyak wasit futsal di JawaTimur yang kualitas kondisi fisiknya di bawah rata-rata, sehingga diperlukan model latihan yang dapat meningkatkan kondisi fisik wasit futsal, terutama kualitas kelincahannya.

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan shuttle run terhadap peningkatan kelincahan wasit Komunitas Futsal Malang (KFM).

Rancangan penelitian yang dipakai adalah eksperimen yang dilakukan kepada wasit Komunitas Futsal Malang (KFM) dengan rentang usia antara 20-23 tahun. Jumlah sampel sebanyak 20 orang dan dibagi menjadi dua kelompok dengan cara ordinal pairing matching. Instrumen penelitian menggunakan tes lari Illinois.  Teknik analisis data yang dipergunakan adalah Analisis Varian (ANAVA) satu jalur.

Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, latihan shuttle run memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kelincahan wasit (Fh= 4,62>Ft= 4,41). Kedua, latihan konvensional tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kelincahan wasit (Fh= 0,86t= 4,41). Ketiga, ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan shuttle run dengan latihan konvensional terhadap peningkatan kelincahan wasit (Fh=12,851 >Ft= 4,41), dan latihan shuttle run (mean = 19,368 dan SD = 0,907) memberikan pengaruh lebih baik terhadap peningkatan kelincahan wasit dar ipada latihan konvensional (mean = 20,677 dan SD = 0,908).

Saran yang dapat diberikan kepada pembina wasit Komunitas Futsal Malang (KFM), hendaknya menggunakan latihan shuttle run sebagai bentuk latihan untuk meningkatkan kelincahan, karena dari hasil penelitian yang telah dilakukanternyata latihan shuttle run memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap peningkatan kelincahan wasit Komunitas Futsal Malang (KFM).