SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Model Latihan Servis Forehand Tenis Meja untuk Atlet Pemula 12 Tahun ke Bawah di PTM Tri Dharma Malang

RISANG BIRAWAN

Abstrak


ABSTRAK

 

 

Utama, Risang Birawan. 2015. Pengembangan Model Latihan Servis Forehand Tenis Meja untuk Atlet Pemula 12 Tahun ke Bawah di PTM Tri Dharma Malang, Skripsi Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sri Purnami, M.Pd., (2) Drs. Mulyani Surendra, M.S.

 

Kata kunci: model latihan, servis forehand.

                                                                                                           

            Servis forehand merupakan pukulan yang penting dalam olahraga tenis meja karena teknik dasar tersebut menjadi inisiatif pertama dalam melakukan serangan. Servis forehand cenderung menjadi kelemahan pada atlet pemula di PTM (Perkumpulan Tenis Meja) Tri Dharma Kota Malang, hal tersebut dikarenakan variasi latihan yang monoton atau tetap sehingga atlet kurang bisa berkreasi dalam melakukan servis forehand. Berdasarkan data observasi awal dari 10 atlet, didapatkan data sebagai berikut: 1) Sebanyak 90% sulit dalam melakukan latihan servis forehand, sedangkan 10% tidak sulit, 2) Sebanyak 100% pengetahuan teknik dasar servis tenis meja hanya melalui pelatih tanpa ada media penunjang latihan servis forehand, 3) Sebanyak 80% kurang menarik dalam proses pelatihan servis forehand. Peneliti mencoba memecahkan masalah dengan mengembangkan model-model latihan servis forehand pada atlet pemula PTM Tri Dharma Kota Malang, yang di dalamnya berisi servis forehand backspin, servis forehand sidespin, servis forehand topspin, dan servis forehand dengan menggunakan sasaran.

Penelitian ini bertujuan untuk memecahkan permasalahan yang ada yaitu dengan mengembangkan model latihan servis forehand untuk atlet pemula. Diharapkan, pengembangan ini dapat menjadi solusi dalam pelatihan servis forehand agar atlet lebih antusias dan senang dalam proses latihan.

Metode yang digunakan peneliti mengacu pada model pengembangan dari Borg and Gall (1983:775) dan disederhanakan menjadi 7 langkah sesuai dengan saran Ardhana (2002:9). Instrumen yang digunakan adalah berupa angket berisi tentang rancangan produk yang telah dibuat. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif berupa persentase.

Model latihan ini dikembangkan melalui saran dan evaluasi para ahli, yaitu 1 ahli tenis meja dengan hasil spesifikasi produk sebesar 77,3-88,6%, 1 ahli kepelatihan tenis meja dengan hasil 87,5-91,7% dan 1 ahli media dengan hasil 75-94,6%. Hasil uji coba kelompok kecil berdasarkan semua spesifikasi produk yaitu 84,0-84,3%. Sedangkan hasil uji coba kelompok besar adalah 86,8-87,4% bahwa produk baik sekali, sangat jelas, mudah dipahami, dan bermanfaat. Sehingga model latihan servis forehand pada atlet pemula PTM Tri Dharma Malang dapat digunakan.

Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengembangan model latihan servis forehand dalam bentuk video ini bisa menjadi alternatif menambah variasi saat berlatih servis forehand agar proses latihan lebih bervariasi, bermanfaat, dan berjalan dengan optimal.