SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN KECEPATAN BERLARI UNTUK WASIT SEPAKBOLA PSSI KOTA MALANG

Johan Nur Cahyo

Abstrak


ABSTRAK

 

Cahyo, Johan Nur. 2015. Pengembangan Model Latihan Kecepatan Berlari untuk Wasit Sepakbola PSSI Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd, M.Pd (II) dr. Agung Kurniawan, M.Kes

 

Kata Kunci: latihan kecepatan berlari, wasit sepakbola

 

Berdasarkan observasi awal yang telah dilakukan peneliti kepada wasit sepakbola PSSI Kota Malang pada tanggal  19 September 2014, didapatkan hasil latihan kecepatan yang dilakukan tanpa panduan program latihan dan dilakukan secara otodidak, sehingga latihan yang dilakukan tidak efektif. Pada penyebaran angket analisis kebutuhan (need assessment) kepada 38 wasit sepakbola PSSI Kota Malang, didapat hasil sebagai berikut: wasit sepakbola PSSI Kota Malang sangat membutuhkan model latihan kecepatan berlari, wasit sepakbola PSSI Kota Malang juga membutuhkan panduan dalam melaksanakan latihan kecepatan berlari dan dikemas dalam bentuk buku panduan.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengembangkan model latihan kecepatan berlari untuk wasit sepakbola PSSI Kota Malang. Dengan adanya pengembangan model latihan ini diharapkan dapat membuat wasit tidak merasa jenuh dan bosan saat berlatih karena model latihan yang dikembangkan memiliki banyak variasi. Dengan adanya model latihan tersebut dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kecepatan berlari wasit sepakbola PSSI Kota Malang.

Metode penelitian dan pengembangan ini mengacu pada model pengembangan research and development (R&D) dari Borg dan Gall. Sesuai pernyataan Wayan Ardhana bahwa setiap pengembang berhak memilih langkah-langkah yang tepat untuk peneilitiannya sesuai dengan kondisi yang dihadapi maka peneliti menggunakan 7 langkah untuk penelitiannya. Sedangkan analisis yang digunakan yaitu kuantitatif dan kualitatif untuk menganalisis hasil pengumpulan data dari penelitian awal (analisis kebutuhan), evaluasi ahli, uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar.

Hasil pengembangan model latihan kecepatan berlari untuk wasit sepakbola PSSI Kota Malang diperoleh data sebagai berikut: (1) justifikasi ahli latihan sebesar 75% (baik), (2) justifikasi ahli perwasitan sepakbola sebesar 81% (sangat baik), (3) justifikasi ahli media sebesar 83% (sangat baik), (4) uji coba kelompok kecil sebesar 82% (sangat baik), (5) uji coba kelompok besar 84% (sangat baik). Hasil pengembangan secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa model latihan kecepatan berlari layak digunakan oleh wasit sepakbola PSSI Kota Malang.

Produk akhir dari penelitian ini adalah 8 model latihan kecepatan yang menekankan pada latihan kecepatan berlari untuk wasit sepakbola PSSI Kota Malang. Model latihan ini berbentuk latihan yang bervariasi sehingga tidak menjenuhkan dan membosankan. Latihan ini dapat dilakukan dengan atau tanpa perintah dari instruktur/pelatih wasit, sehingga latihan tetap bisa berjalan walaupun tanpa kehadiran pelatih. Latihan ini dilakukan secara individu. Berdasarkan hasil penelitian disarankan dalam menggunakan produk ini sebaiknya dilaksanakan seperti apa yang sudah direncanakan sesuai dalam buku panduan, subjek penelitian diharapkan lebih luas tidak hanya wasit sepakbola PSSI Kota Malang tetapi juga wasit sepakbola di Kota/Kabupaten lain bahkan nasional, sebaiknya dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui tingkat efektivitas dari produk yang dikembangkan.