SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

pengaruh latihan weight training otot lengan perut dan kaki terhadap kecepatan memanjat pada atlet M.I.M kota malang

Perpus ADAM BAHTIAR M.A.S.A UM

Abstrak


ABSTRAK

Ahmad, Adam Bahtiar Mufthi Arif Safita. 2014. Pengaruh Latihan Waigth Training Otot Lengan, Perut dan Kaki Terhadap Kecepatan Memanjat Pada Atlet MIM Kota Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembi,bing (1) Dra. Sulistyorini, M. Pd., (2) Dr. Eko Haiyanto, M. Pd.

 

Kata Kunci: latihan, beban, otot, kecepatan, memanjat

Kesehatan merupakan kebutuhan pokok bagi setiap individu agar tetap bisa melakukan aktivitas dengan baik dan juga tetap dapat bekerja untuk kelangsungan hidupnya. Olahraga merupakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan baik secara fisik maupun emosional. Panjat tebing merupakan salah satu olahraga untuk menjaga kesehatan dan juga prestasi. Panjat tebing mulai dikenal di Indonesia sekitar tahun 1960, dan di Indonesia olahraga panjat tebing telah cukup memasyarakat dan berkembang pesat. Sebagai olahraga yang mengacu pada prestasi panjat tebing memerlukan kondisi fisik yang baik. Dengan kondisi fisik yang baik meliputi kekuatan, daya tahan, daya ledak, kecepatan, kelentukan, kelincahan, reaksi untuk bisa menghasilkan waktu pemanjatan sesuai dengan yang diharapkan. Latihan beban adalah salah satu pendukung dalam olahraga panjat tebing. Pada olahraga panjat tebing otot lengan, perut dan kaki sangat dominan digunakan, sehingga sangat perlu diberikan latihan-latihan untuk menambah otot-otot tersebut. Dalam upaya mendapatkan waktu pemanjatan yang cepat sesuai dengan yang diharapkan maka diperlukan program latihan beban yang terstruktur dan berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini mencari pengaruh latihan beban otot lengan, perut dan kaki terhadap kecepatan memanjat pada atlet Malang Iso Manjat (MIM) Kota Malang.

Penelitian ini ditujukan untuk mencari pengaruh latihan beban otot lengan, perut dan kaki terhadap kecepatan memanjat yang meliputi pererncanaan tes kecepatan memanjat, tes kekuatan otot lengan, perut dan kaki, pemberian latihan beban yang terdiri dari Bicep Curl, Tricep press down,Bicep revese, Concentration bicep curl, Hummer curl, Sit up, Hanging knee leg/rise, Abdominal cruch, leg press, leg extension, Lying leg curl, Side dumbbell squat, , tes akhir kecepatan memanjat, tes kekuatan otot lengan (pull up), perut (Sit up) dan kaki (leg dynamometer), pada atlet MIM Kota Malang.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen. Pengumpulan data dengan menggunakan eksperimental semu latihan beban dengan tes awal sebelum diberikan perlakuan dan tes akhir pada 15 atlet MIM Kota Malang. Selanjutnya data tersebut dianalisis menggunakan Uji-t.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata tes awal dan tes akhir. Jadi hipotesis (Ho) yang berbunyi “latihan beban tidak mempunyai pengaruh terhadap peningkatan kecepatan memanjat” ditolak, sedangkan (Ha) yang berbunyi “latihan beban mempunyai pengaruh terhadap peningkatan kecepatan memanjat” diterima. Maka Ho ditolak dan Ha diterima diperoleh pengujian hipotesis sebagai berikut : latihan beban mempunyai pengaruh signifikan terhadap peningkatan kecepatan memanjat pada atlet MIM Kota Malang.

Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa tingkat keberhasilan juga ditentukan oleh pola latihan yang digunakan. Maka dapat disimpulkan bahwa dengan pemberian pola latihan yang baik, benar, bertahap dan teratur, hasil yang diperoleh juga akan baik atau maksimal. Adapun saran yang disampaikan dalam penelitian ini adalah : menggunakan latihan beban sebagai salah satu cara meningkatkan kecepatan memanjat, pelatih diharapkan dapat lebih kreatif dalam memberikan program latihan seperti latihan beban ini yang dapat meningkatkan kecepatan atlet dalam memanjat dengan maksimal sesuai yang diharapkan, pihak MIM Kota Malang diharapkan dapat mengupayakan mencari tempat fitness yang memiliki alat berfariasi sehingga aka nada banyak variasi latihan.