SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBANDINGAN KINERJA PJSI PENGKAB PASURUAN DAN PJSI PENGKAB MALANG PADA PORPROV IV TAHUN 2013 MENGGUNAKAN MODEL EVALUASI CIPP

HS Muhammad Nurfatony

Abstrak


ABSTRAK

 

Nurfatony, HS Muhammad. 2014. Perbandingan Kinerja PJSI Pasuruan dan PJSI Kabupaten Malang Pada Porprov IV Tahun 2013. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing I: Dr. Asim, M. Pd. Pembimbing II: Dr. Eko Hariyanto, M. Pd.

 

Kata Kunci: Evaluasi, Program Kerja, PJSI

 

Pada setiap kota dan kabupaten di Jawa Timur khususnya Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) memiliki program pembinaan atlet pada setiap cabang olahraga khususnya olahraga judo. Setiap pelatih dan pembina harus membuat program pembinaan tersebut. Pelaksanaan program pembinaan di setiap kota dan kabupaten tidak sama, hal ini disebabkan karena proses pemberian program pembinaan khusunya untuk atlet ini harus menyesuaikan dengan kondisi lingkungan tempat latihan. Setiap tempat latihan memiliki kondisi lingkungan, potensi, dan cara penerapan program pembinaan atlet yang berbeda. Dengan adanya perbedaan tersebut, maka dimungkinkan ada perbedaan kinerja pada pelaksanaan program pembinaan atlet di setiap daerah, berawal dari permasalahan tersebut penulis mencoba untuk mengetahui bagaimana kinerja pelatih dan pembina dalam pelaksanaan program pembinaan atlet tersebut.

Tujuan dari penelitian ini  adalah untuk mengkaji, mengevaluasi, dan membandingkan kinerja pelatih dan pengurus Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) kabupaten Pasuruan dan PJSI kabupaten Malang ditinjau dari variabel  konteks, input, proses, dan produk pada program pembinaan atlet  PJSI Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Malang pada PORPROV IV tahun 2013.

Metode yang digunakan dalam evaluasi ini menggunakan pendekatan model evaluasi context, input, process, product (CIPP) serta dengan teknik analisis deskriptif persentase. Data yang diperoleh di lapangan telah diuji normalitas dengan menggunakan uji kolmogorov smirnov (Sugiyono, 2011: 156). Sedangkan uji homogenitas menggunakan uji leavene, yang selanjutnya dilakukan uji beda menggunakan uji independent sample t-test.

Hasil evaluasi kinerja pelatih dan pengurus PJSI Pengkab Pasuruan pada porprov IV tahun 2013 adalah sebagai berikut: ditinjau dari variabel context PJSI Pengkab Pasuruan mendapat persentase  73,32% yang dapat dinyatakan “baik”. Ditinjau dari variabel input PJSI Pengkab Pasuruan mendapat persentase 82,41% yang dapat dinyatakan “baik sekali”. Ditinjau dari variabel proces PJSI Pengkab Pasuruan mendapat persentase 74,33% yang dapat dinyatakan “baik”. Ditinjau dari variabel product PJSI Pengkab Pasuruan mendapat persentase 74,33% yang dapat dinyatakan “baik”. Secara keseluruhan hasil persentase variabel CIPP yang diperoleh PJSI Pengkab Pasuruan adalah 73,03% yang dapat dinyatakan “baik”.

 Hasil evaluasi kinerja PJSI Pengkab Malang pada porprov IV tahun 2013 adalah sebagai berikut: ditinjau dari variabel context PJSI Pengkab Malang mendapat persentase  67,13% yang dapat dinyatakan “baik”. Ditinjau dari variabel input PJSI Pengkab Malang mendapat persentase 83,45% yang dapat dinyatakan “baik sekali”. Ditinjau dari variabel proces PJSI Pengkab Malang mendapat persentase 75,67% yang dapat dinyatakan “baik”. Ditinjau dari variabel product PJSI Pengkab Malang mendapat persentase 35,65% yang dapat dinyatakan “kurang”. Secara keseluruhan hasil persentase variabel CIPP yang diperoleh PJSI Pengkab Malang adalah 65,48% yang dapat dinyatakan “baik”.

Secara keseluruhan hasil persentase variabel CIPP pada perbandingan kinerja pelatih dan pengurus PJSI Pengkab Pasuruan dengan PJSI Pengkab Malang dapat dinyatakan dengan kriteria baik. Dengan rincian total persentase variabel CIPP yang diperoleh PJSI Pengkab Pasuruan adalah 73,03%, sedangkan total persentase variabel CIPP yang diperoleh PJSI Pengkab Malang mendapat persentase 65,49%. Pada uji beda menggunakan uji independent sample t-test memperoleh nilai signifikan yaitu 4,123>0,05 yang dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pada persentase variabel CIPP PJSI Pengkab Pasuruan dan PJSI Pengkab Malang.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perbandingan kinerja pelatih dan pengurus PJSI Pengkab Pasuruan lebih baik dibandingkan dengan kinerja pelatih dan pengurus PJSI Pengkab Malang. Pada keseluruhan variabel CIPP, pada dasarnya pelaksanaan program kerja tidak bisa berjalan maksimal tanpa adanya bantuan dan dukungan dari semua pihak yang memiliki kepentingan didalamnya. Oleh karena itu baik atlet, pelatih, dan pembina, dan pihak lainnya yang terkait hendaknya berperan aktif dengan berbagai macam bentuk, baik berupa tindakan, materi, saran, dan lain sebagainya.