SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Tentang Penanganan Cedera Strain Pada Pemain Sepakbola Di Klub Arema Indonesia

Rizki Adi Prawira Putra

Abstrak


ABSTRAK

 

Putra, Rizki Adi Prawira. 2013. Studi Tentang Penanganan Cedera Strain pada Pemain Sepakbola di Klub Arema Indonesia. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Saichudin, M.Kes, (II) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes.

 

Kata kunci: penanganan, cedera strain, Arema Indonesia.

 

Strain merupakan cedera olahraga yang di dalam penanganannya membutuhkan beberapa tahap diantaranya pertolongan pertama, upaya pengobatan, dan upaya pemulihan. Disamping itu pula diperlukan upaya pencegahan cedera strain. Dari pengamatan yang dilakukan peneliti diketahui bahwa tim Arema Indonesia ada beberapa pemain yang mengalami cedera strain dan tidak kunjung sembuh.

Adapun tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui upaya pencegahan cedera strain yang dilakukan di Arema Indonesia. (2) Untuk mengetahui pertolongan pertama cedera strain yang dilakukan di Arema Indonesia. (3) Untuk mengetahui upaya pengobatan cedera strain yang dilakukan di Arema Indonesia. (4) Untuk mengetahui upaya pemulihan cedera strain yang dilakukan Arema Indonesia.

Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif yaitu mendeskripsikan temuan-temuan yang ada di lapangan dengan menggunakan rumus persentase sebagai alat untuk menganalisis data/hasil penelitian.

Berdasarkan hasil dari analisis data tersebut, diperoleh empat simpulan hasil penelitian sebagai berikut: (a) 65,83% responden menyatakan selalu/sering melakukan stretching dan strengthening sebagai upaya pencegahan cedera strain. (b) 90% responden menyatakan selalu/sering menggunakan prinsip RICE sebagai upaya pertolongan pertama cedera strain, sedangkan untuk pemberian massage sebagai upaya pertolongan pertama 75,84% responden menyatakan kadangkadang/ tidak pernah. (c) 51,66% responden menyatakan selalu/sering melakukan terapi pengobatan cedera strain, sedangkan untuk pemberian massage sebagai upaya pengobatan cedera strain 67,5% responden menyatakan kadangkadang/tidak pernah. (d) 63,34% responden menyatakan selalu/sering melakukan terapi pemulihan cedera strain, sedangkan untuk pemberian massage sebagai upaya pemulihan 92,5% menyatakan selalu/sering.

Saran dari hasil penelitian ini adalah: (a) Sebaiknya pihak Arema Indonesia memberikan porsi tambahan untuk stretching dan strengthening sehingga pemain yang cedera dapat diminimalisir jumlahnya. (b) Sebaiknya tim medis Arema Indonesia selalu menggunakan prinsip RICE sebagai upaya pertolongan pertama cedera strain dan tidak memberikan massage dalam pertolongan pertama cedera strain. (c) Sebaiknya pihak Arema Indonesia selalu memberikan terapi pengobatan dan memberikan massage sebagai upaya pengobatan cedera strain. (d) Sebaiknya pihak Arema Indonesia memberikan terapi pemulihan dan memberikan massage sebagai upaya pemulihan.