SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Kemampuan Daya Ledak Otot Tungkai Akibat Latihan Loncat Gawang Cepat dan Lambat

DANIS SUNU I MADEANTO

Abstrak


ABSTRAK

 

I Madeanto, Danis Sunu. 2014. Peningkatan Kemampuan Daya Ledak Otot Tungkai Akibat Latihan Loncat Gawang Cepat dan Lambat. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan FIK Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Siti Nurrochmah, M.Kes, (2) Drs. Supriatna, M.Pd.

 

Kata Kunci: Peningkatan, Daya Ledak Otot Tungkai, Latihan Loncat-loncat Cepat Antar Gawang dan Latihan Loncat-loncat Lambat Antar Gawang.

 

Unsur kondisi fisik yang prima sangat dibutuhkan untuk mencapai prestasi yang maksimal dalam olahraga, untuk mendapatkan kondisi fisik yang prima harus ditunjang dengan aktivitas latihan. Latihan yang dilakukan berfungsi untuk melatih kecepatan dan kekuatan yang dibutuhkan untuk meningkatkan daya ledak otot tungkai. Ada beberapa latihan yang dapat digunakan untuk meningkatkatkan daya ledak otot tungkai, diantaranya dapat ditunjang dengan latihan loncat-loncat cepat antar gawang dan latihan loncat-loncat lambat antar gawang.

Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah: (1) Adakah peningkatan kemampuan daya ledak otot tungkai akibat latihan loncat-loncat cepat antar gawang dan latihan loncat-loncat lambat antar gawang?; dan (2) Manakah diantara bentuk latihan loncat-loncat cepat antar gawang dan latihan loncat-loncat lambat antar gawang yang lebih meningkatkan daya ledak otot tungkai?

Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental berbentuk Pre-Test Post-Test Control Group Design. Instrumen yang digunakan berupa instrumen tes, yaitu tes vertical jump untuk mengukur kemampuan daya ledak otot tungkai. Pengumpulan data menggunakan teknik eksperimen, observasi dan teknik pengukuran bentuk tes fisik berupa tes vertical jump. Teknik eksperimen digunakan pada waktu pelaksanaan eksperimen yaitu memberikan perlakuan selama 6 minggu setiap minggunya 3 kali latihan yaitu hari senin, rabu, dan jumat untuk 2 kelompok eksperimen yaitu kelompok latihan loncat gawang cepat dan lambat, dan teknik observasi digunakan untuk mengamati pelaksanaan kemampuan daya ledak otot tungkai dan pelaksanaan perlakuan. Data yang terkumpul dianalis menggunakan data analisis varian (Anava) satu jalan dan diikuti dengan uji lanjut bentuk uji-t. Pengujian Hipotesis menggunakan α 0,05.

Hasil analisis varian (Anava) satu jalan menggunakan data beda hasil dari tes akhir dan tes awal diperoleh hasil Fhitung 63,43396 dan Ftabel α 0,05 sebesar 3,30. Oleh karena Fhit. > Ftab. berarti terdapat peningkatan kemampuan daya ledak otot tungkai akibat dari latihan loncat-loncat cepat antar gawang dan latihan loncat-loncat lambat antar gawang. Hasil analisis uji lanjut berupa uji-t menggunakan data beda hasil dari tes akhir dan tes awal diperoleh hasil thit. 31,85818 > ttab. 0,05 2,201,berarti terdapat perbedaan antara latihan loncat-loncat cepat antar gawang dan latihan loncat-loncat lambat antar gawang terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai. Latihan loncat-loncat cepat antar gawang lebih baik dibandingkan dengan latihan loncat-loncat lambat antar gawang terhadap peningkatan kemampuan daya ledak otot tungkai.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan kemampuan daya ledak otot tungkai yang signifikan akibat latihan loncat-loncat cepat antar gawang dan latihan loncat-loncat lambat antar gawang, sehingga dapat disarankan ada penelitian lebih lanjut untuk variabel lain dengan variabel yang sama. Bagi pelatih ekstrakurikuler cabang atletik hendaknya tidak mengabaikan latihan loncat-loncat cepat antar gawang dan latihan loncat-loncat lambat antar gawang untuk meningkatkan daya ledak otot tungkai.