SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Survey Motivasi Dengan Menggunakan Skala Pengukuran "SMS 28" Pada Cabang Olahraga Balap Sepeda Di Club United Bike Kencana Kota Malang

Tri Kurniasari

Abstrak


ABSTRAK

 

Kurniasari , Tri . 2013. Survei Motivasi Dengan Menggunakan Skala Pengukuran

" SMS 28 " Pada Cabang Olahraga Balap Sepeda Di Club United Bike Kencana Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing ( I ) Drs . Mu'arifin , M.Pd. ; Pembimbing ( II ) Drs . Mahmud Yunus,M.Kes.

Kata kunci : Berlatih Motivasi , Motivasi Berprestasi , dan Pencapaian Cycling .

Motivasi merupakan salah satu konsep psikologi yang paling banyak digunakan dalam olahraga. Prestasi akan optimal apabila ada proses pembelajaran dan didukung oleh motivasi yang kuat. Artinya, berlatih saja tidak cukup tanpa adanya arah dan intensitas usaha yang optimal. Dengan demikian motivasi memegang peran penting dalam membentuk prestasi seorang atlet. Oleh karenanya perlu dilakukan penelitian tentang perbedaan motivasi berlatih dan berprestasi bagi atlet senior maupun atlet yunior dalam meraih prestasi balap sepeda.

Dari permasalahan yang diajukan maka penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui motivasi berlatih dan berprestasi bagi atlet senior dan yunior dalam meraih prestasi balap sepeda, (2) mengetahui perbedaan motivasi berlatih dan motivasi berprestasi bagi atlet senior dan yunior dalam meraih prestasi balap sepeda, (3) serta mengetahui hubungan  motivasi berlatih dan motivasi berprestasi dalam meraih prestasi balap sepeda bagi atlet senior dan yunior.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional yang bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan antara motivasi berlatih dan motivasi berprestasi baik senior maupun atlet yunior. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet balap sepeda yang mengikuti latihan di Club United Bike Kencana Malang berjumlah 36 orang yang terdiri dari 13 atlet senior dan 23 atlet yunior. Pengukuran motivasi berlatih dan berprestasi bagi atlet senior dan yunior digunakan skala pengukuran motivasi dengan " SMS 28 ". Analisis data yang digunakan adalah analisa statistik deskriptif dan statistik inferensial.

Hasil analisis menunjukkan bahwa motivasi berlatih bagi atlet senior dan yunior mereka sama-sama cukup termotivasi.Untuk  motivasi berprestasi bagi para atlet senior dan yunior rata-rata mereka juga sama-sama berusaha semaksimal mungkin agar dapat  mempertahankan prestasinya. Hasil uji komparatif dengan uji t (t-test) motivasi berlatih atlet senior thitung < ttabel atlet (-0.366 < 1,771) dengan nilai sig 0722 > 0:05 ; atlet yunior thitung < ttabel (0,496 < 1,771) dengan nilai sig 0631 > 00:05. Sedangkan uji komparatif dengan uji F menunjukkan bahwa motivasi berlatih atlet senior thitung < ttabel (0.170 < 2,60) ; atlet yunior thitung < ttabel ( 05:39 > 2.20 ).

Hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui uji komparatif dengan (1) uji t -test motivasi berlatih bagi atlet senior dan yunior tidak terdapat perbedaan, sedangkan motivasi berprestasi bagi atlet senior dan yunior terdapat perbedaan. (2) Uji F motivasi dan motivasi prestasi bagi atlet senior tidak terdapat  perbedaan sedangkan bagi atlet yunior terdapat perbedaan.

Hasil kesimpulan tersebut maka dapat disarankan kepada pimpinan di Club United Bike Kencana Malang agar selalu melakukan pembinaan terhadap kemampuan profesional para atlet agar melakukan latihan sesuai dengan pedoman dan prinsip dalam latihan, sehingga dapat mempertahankan dan meningkatkan prestasinya. Disamping itu, perlu adanya transparansi dan penjelasan secara menyeluruh dari pelatih tentang program pelatihan balap sepeda secara terstruktur dan berkesinambungan dalam jangka pendek dan jangka panjang sehingga peserta latihan dan para atlet mengetahui target (goals) yang akan dicapai selama berlatih. Kepada peserta latihan / para atlet balap sepeda di Club United Bike Kencana Malang diharapkan selalu termotivasi dalam berlatih dan berprestasi sehingga dapat mempertahankan dan meningkatkan prestasinya . Bagi peneliti lain dapat dijadikan referensi tambahan ilmu, terutama yang berkaitan dengan program pelatihan balap sepada agar dapat meningkatkan motivasi berlatih dan motivasi berprestasi bagi para atletnya.