SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Latihan Pliometrik Double Leg Hop Terhadap Jauh Loncatan Start Jump (Grab Start) Renang Bagi Atlet Perkumpulan Renang Amarta Aquatic Kota Malang

Satria Puji Kurniawan Wibowo

Abstrak


ABSTRAK

Wibowo, Satria Puji Kurniawan. 2014. Pengaruh Latihan Pliometrik Double Leg Hop Terhadap Jauh Loncatan Start Jump (Grab Start) Renang Bagi Atlet Perkumpulan Renang Amarta Aquatic Kota Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Program Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Asim, M.Pd dan (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd, M.Pd.
Kata Kunci: latihan pliometrik double leg hop, grab start, jauh loncatan renang.
Renang selain sebagai olahraga rekreasi juga merupakan olahraga prestasi yang dapat dilombakan kecepatannya. Diperlukan teknik start yang baik untuk memulai suatu perlombaan renang agar memperoleh keuntungan loncatan start yang jauh sehingga mendukung tercapainya prestasi dalam olahraga renang. Dari enam perkumpulan renang di kota Malang masih belum ada yang menggunakan metode ilmiah sebagai dasar program latihan untuk meningkatkan kemampuan start tak terkecuali di Amarta Aquatic Kota Malang. Untuk meningkatkan kemampuan start diperlukan daya ledak (power) otot tungkai. Salah satu cara meninggkatkan daya ledak (power) otot tungkai dengan menggunakan latihan pliometrik double leg hop.
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengkaji dan mengetahui pengaruh latihan pliometrik double leg hop dan latihan konvensional untuk meningkatkan jauh loncatan start jump (grab start) renang.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Subjek penelitian ini adalah atlet perkumpulan renang Amarta Aquatic Kota Malang yang berjumlah 30 orang, kemudian subjek dibagi menjadi dua kelompok dengan cara matching berdasarkan pre test jauh loncatan start jump (grab start) renang. Kelompok eksperimen mendapatkan perlakuan berupa latihan pliometrik double leg hop dan kelompok kontrol tidak mendapatkan perlakuan. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah meteran untuk mengukur jauh loncatan start jump (grab start) renang.
    Dari hasil perhitungan pre test dan post test jauh loncatan start jump (grab start) renang kelompok latihan pliometrik double leg hop diperoleh nilai Sig < 0,05. Atas dasar temuan tersebut hipotesis alternatif (Ha) diterima, yang menyatakan terdapat perbedaan jauh loncatan start jump (grab start) renang antara pre test dan post test. Hasil perhitungan pre test dan post test jauh loncatan start jump (grab start) renang kelompok latihan konvensional diperoleh nilai Sig > 0,05. Atas dasar temuan tersebut hipotesis nihil (Ho) diterima, yang menyatakan tidak ada perbedaan jauh loncatan start jump (grab start) renang antara pre test dan post test. Selanjutnya perhitungan post test kelompok latihan pliometrik double leg hop dan latihan konvensional diperoleh nilai Sig < 0,05. Atas dasar temuan tersebut hipotesis alternatif (Ha) diterima, yang menyatakan terdapat perbedaan jauh loncatan start jump (grab start) renang antara post test kelompok latihan pliometrik double leg hop dan latihan konvensional pada taraf signifikansi α = 0,05. Dapat disimpulkan bahwa latihan pliometrik double leg hop lebih baik dibandingakan dengan latihan konvensional.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk meningkatkan jauh loncatan start jump (grab start) renang sebaiknya menggunakan latihan pliometrik double leg hop karena mempunyai pengaruh yang lebih baik terhadap jauh loncatan start jump (grab start) renang daripada latihan konvensional.