SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Meningkatkan Aktivitas Pembelajaran Tolak Peluru Gaya Membelakang Dengan Pendekatan Bermain Untuk Kelas IX Di SMP Tamansiswa (Dewasa) Kota Malang

Rizki Dwi Santoso

Abstrak


ABSTRAK

Santoso, Dwi Rizki. 2013.Meningkatkan Aktivitas Pembelajaran Tolak Peluru Gaya Membelakang Dengan Pendekatan Bermain Untuk Kelas IX Di SMP Tamansiswa (Dewasa) Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. M.E Winarno, M.Pd (II) Drs. Agus Tomi, M. Pd

 

Kata kunci: Keterampilan, Pembelajaran, Tolak Peluru, Model Bermain.

 

Tolak peluru merupakan salah satu materi atletik yang terdapat dalam standart kompetensi Sekolah Menengah Pertama (SMP). Salah satu kompetensi dasarnya yaitu mempraktikkan teknik dasar atletik lanjutan serta nilai toleransi, percaya diri, keberanian, menjaga keselamatan diri dan orang lain, bersedia berbagi tempat dan peralatan.. Tolak mempunyai arti dorongan atau menolakcara melakukannya tidak dilempar seperti lempar cakram maupun lembing, namun didorong dengan menggunakan kekuatan lengan ke atas depan. Berdasarkan hasil observasi awal, diperoleh hasil bahwa siswa kurang terampil dalam mempraktikan teknik dasar tolak peluru gaya membelakang dikarenakan media pembelajaran terbatas dan pembelajaran monoton tanpa diselingi dengan kegiatan yang menarik, sehingga siswa kurang tertarik dalam pembelajaran tolak peluru, kebanyakan siswa melakukan kesalahan pada saat teknik menolak karenasiswa melakukannyadengan dilempar bukan ditolakkan. Jumlah siswa kelas IX C adalah 36 siswa yang terdiri dari 22 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan.Agar pembelajaran dapat berhasil dengan baik, maka unsur-unsur bermain harus diperhatikan karena unsur yang terkandung dalam permainan adalah kesenangan dan keceriaan.

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan keterampilan tolak peluru gaya membelakang pada siswa kelas IX C Tamansiswa (Dewasa) Kota Malang.

            Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Pelaksanaan Tindakan Kelas ini dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX C SMP Tamansiswa (Dewasa) KotaMalang.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi (pengamatan), dokumentasi, tes.

        Hasil penelitian siklus pertama 41,67% siswa yang tidak dapat melakukan gerakan tolakan dengan baik, dari aspek sikap tangan 3 siswa atau 8,33%, siswa yang masih melakukan gerakan salah yaitu jari-jari belum menggenggam dan posisi peluru belum menempel pada leher, dari aspek sikap badan 2 siswa atau 5,56% siswa yang masih melakukan gerakan salah yaitu dimana sikapbadan kaki kiri kurang rileks/lemas dan tumit kurang diangkat, dari aspek sikap badan saat awalan 3 siswa atau 8,33% siswa yang masih melakukan gerakan salah yaitu dimana sikap badan saat awalan kaki kanan tidak ditekuk pada saat mendarat dan badan tidak membungkuk, dari aspek tolakan 11 siswa atau 30,56% siswa yang masih melakukan gerakan salah yaitu peluru dilepaskan dengan cara dilempar bukan ditolakkan, dari aspek sikap akhir 4 siswa atau 11,11% siswa yang masih melakukan gerakan salah yaitu tidak dapat menjaga keseimbangan dan kaki kanan tidak dilangkahkan ke depan.

Hasil penelitian siklus kedua 1 siswa atau 2,78% siswa yang masih melakukan gerakan salah yaitu jari-jari belum menggenggam dan posisi peluru belum menempel pada leher, dari aspek sikap badan 100% siswa yang sudah melakukan dengan benar yaitukaki kiri sudah rileks/lemas dan tumit diangkat, dari aspek sikap badan saat awalan 1 siswa atau 2,78% siswa yang masih melakukan gerakansalah yaitu kaki kanan tidak ditekuk pada saat mendarat dan badan tidak membungkuk,dari aspek tolakan 4 siswaatau 11,11% siswa yang masih melakukan gerakan salah yaitu peluru masih dilepaskan dengan cara dilempar bukan tolakan, dari aspek sikap akhir 2 siswa atau 5,56% siswa yang masih melakukan gerakan salah tidak dapat menjaga keseimbangan dan kaki kanan tidak dilangkahkan ke depan.

Hasil siklus kedua ini sudah tidak ada siswa yang terlambat, siswa yang kurang disiplin menjadi lebih disiplin, siswa melakukan proses belajar dengan baik, dan siswa sudah dapat melakukan tolakan dengan baik dan benar.

            Pembelajaran tolak peluru gaya membelakang akan lebih mudah dimengerti siswa apabila diajarkan dengan menggunakan modifikasi permainan, antara lain: permainan menolak peluru modifikasi, permainan menolak sasaran bagian 1, permainan menolak berurutan, permainan menolak melewati net, permainan menolak ke sasaran bagian 2, dan permainan menolak ke sasaran bagian 2 (berkelompok).

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keterampilan tolak peluru gaya membelakang dengan menggunakan permainan modifikasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IX C Tamansiswa (Dewasa) Kota Malang dengan baik.