SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Latihan Circuit Training terhadap Peningkatan Volume Oksigen Maksimal (VO2 Maks) pada Atlet di PB Speed Tembokrejo Muncar Banyuwangi

Bagus Dwi Wahyu Utomo

Abstrak


ABSTRAK
 
Utomo, Bagus Dwi Wahyu. 2014. Pengaruh Latihan Circuit Training terhadap Peningkatan Volume Oksigen Maksimal (VO2 Maks) pada Atlet di PB Speed Tembokrejo Muncar Banyuwangi. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Program Sarjana Universitas Negeri Malang.
Pembimbing: (I) Drs. Setyo Budiwanto, M.Kes dan (II) Drs. Mulyani Surendra, M.S.
 
Kata Kunci: Latihan circuit training, test multistage, volume oksigen maksimal.
     
Ketatnya kompetisi dan padatnya jadwal latihan yang diikuti oleh klub PB Speed Tembokrejo Muncar Kab. Banyuwangi, menyebabkan para atlet dituntut untuk selalu memiliki kondisi fisik yang prima.  Salah satu kriteria dari kondisi
fisik  yang prima adalah VO2  maks yang baik. Sehingga  peneliti menawarkan suatu latihan yang cukup untuk mempersiapkan diri menjelang kompetisi dalam
waktu kurang lebih 2 bulan yaitu dengan menerapkan latihan circuit training.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  peningkatan volume oksigen maksimal melalui latihan  circuit training. Jenis-jenis latihan  circuit training dalam setiap pos adalah  (1)  pos I, melakukan latihan  squat jump,(2) pos II, melakukan back up mengangkat togok, (3) pos III, melakukan latihan push up, (4) pos IV melakukan latihan  sit up,(5) pos V melakukan latihan loncat kedua paha didekatkan ke dada, (6) pos VI melakukan latihan back up mengangkat tungkai, (7) pos VII melakukan latihan  squat trush,  (8) pos VIII melakukan latihan berbaring telentang  angkat tungkai, (9) pos IX, melakukan latihan kelincahan (shuttle run).  


Jenis penelitian ini adalah  penelitian Pra-eksperimental. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah  observasi,  dokumentasi, catatan dilapangan  dan tes. Tes yang digunakan adalah tes multi tahap. Populasi dalam
penelitian ini adalah 30 anak dengan rentang usia 11-14 tahun di klub PB Speed Tembokrejo Muncar  Kab. Banyuwangi.Teknik analisis data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah analisis uji-t.

Pada pengukuran awal (pre-test) daya tahan aerobik (VO2 maks) terendah sebesar 29,96 dan daya  tahan aerobik (VO2 maks)  tertinggi sebesar 36,4 dengan rata-rata  33,211.  Sedangkan  pada  pengukuran  akhir  (post-test)  daya  tahan aerobik  (VO2  maks)  terendah  sebesar 32,9  dan  daya  tahan  aerobik  (VO2 maks) tertinggi sebesar 36,4 dengan rata-rata 36,927.


Dari  hasil uji t dengan tingkat signifikansi 5% dan db = N-1 = 29 diperoleh nilai sig (one taled) Pvalue = 0,000 lebih kecil dari α = 0,05 dan nilai thitung = 10,817 > ttabel  (1,699). Jadi Ho ditolak, pemberian latihan circuit training berpengaruh siginifikan terhadap peningkatan kapasitas oksigen maksimal  (VO2 maks).

Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa latihan circuit training  berpengaruh terhadap peningkatan kapasitas oksigen maksimal (VO2 maks).