SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

studi perbandingan minat belajar siswa jurusan IPA dan IPS kelas XI terhadap mata pelajaran pendidikan jasmani di SMAN 1 paiton kabupaten probolinggo

septian reagan

Abstrak


ABSTRAK

 

Reagan, Septian. 2013. Studi Perbandingan Minat Belajar Pendidikan Jasmani Siswa Jurusan IPA dan IPS di SMAN 1 Paiton Kabupaten Probolinggo. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Asim, M.Pd, (II) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd.

 

Kata kunci : Minat belajar, pendidikan jasmani, jurusan IPA dan IPS.

Pendidikan jasmani adalah suatu proses mendidik menggunakan aktivitas jasmani yang dilakukan secara sadar dan sistematik dengan tujuan meningkatkan kemampuan dan keterampilan jasmani. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji minat belajar pendidikan jasmani siswa jurusan IPA dan IPS di SMAN 1 Paiton kelas XI, dan untuk mengetahui perbedaan minat belajar pendidikan jasmani siswa jurusan IPA dan IPS di SMAN 1 Paiton kelas XI. Dari jumlah populasi 209 siswa, diambil sampel dengan total 42 siswa.

Hasil dari pengisian angket tersebut kemudian dihitung dengan persentase norma untuk mengetahui minat belajar siswa pendidikan jasmani bagi jurusan IPA dan IPS, dan uji t untuk mengetahui ada perbedaan minat belajar pendidikan jasmani bagi jurusan IPA dan IPS.

Dari hasil perhitungan persentase norma menyatakan rata-rata minat siswa pada Kelas IPA 53, 7619 dan rata-rata minat siswa pada kelas IPS 57, 5714. Dan hasil uji t menyatakan minat belajar pendidikan jasmani bagi siswa jurusan IPA dan IPS ada perbedaan yang signifikan diantara kedua jurusan. Pada pengamatan minat belajar siswa didapatkan t-hitung sebesar 2,222 dengan nilai signifikansi sebesar 0,032. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan minat belajar yang nyata (H0 diterima) antara siswa kelas IPS dan siswa kelas IPA karena nilai t hitung (2,222) lebih besar dari t tabel (2,021) atau nilai signifikansi (0,032) lebih kecil dari alpha 5% (0,050).