SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Upaya Peningkatan Keterampilan Lempar Lembing Gaya Silang Menggunakan Metode Bermain Pada Siswa Kelas VIII D SMP Negeri 3 Ngunut Kabupaten Tulungagung

Ragil Ciptoyudo

Abstrak


ABSTRAK

 

Ciptoyudo, Ragil. 2013. Upaya Peningkatan Keterampilan Lempar Lembing Gaya Silang Menggunakan Metode Bermain Pada Siswa Kelas VIII D SMP Negeri 3 Ngunut Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs Mardianto, M.Kes,  (II) Dr. Eko Hariyanto, M. Pd.

 

Kata kunci: Peningkatan, Keterampilan, Lempar Lembing Gaya Silang, Metode Bermain.

 

Lempar lembing merupakan salah satu kemampuan dalam melemparkan benda berbentuk lembing. Lempar lembing merupakan salah satu materi atletik yang terdapat dalam standart kompetensi sekolah menengah pertama kelas VIII. Salah satu kompetensi dasarnya yaitu mempraktikan variasi dan kombinasi teknik dasar lanjutan atletik  nomor lempar dengan koordinasi yang baik serta nilai kerja sama, toleransi, percaya diri, keberanian, menghargai lawan, bersedia berbagi tempat dan peralatan. Berdasarkan observasi awal, diperoleh hasil bahwa jumlah siswa kelas VIII D SMP Negeri 3 Ngunut adalah 32 siswa, 17 diantaranya laki-laki dan 15 siswa perempuan, dari hasil observasi yang telah diperolah 26 siswa mengalami kesulitan disebabkan oleh penggunaan metode mengajar guru kurang tepat sehingga siswa tidak tertarik untuk mendengarkan penjelasan dari guru. Dengan melihat hal tersebut maka diperlukan metode baru untuk memperbaiki dan meningkatkan keterampilan lempar lembing gaya silang pada kelas VIII D yaitu dengan menggunakan metode bermain, (a) Lempar tangkap berpasangan tail ball, (b) Lempar tail ball melewati tali, (c) Lempar paralon modifikasi ke tengah lingkaran ban bekas, (d) Melempar paralon modifikasi pada bola sasaran, guna untuk menghindarkan siswa menjadi bosan dan kurang kreatif dalam menenerima pelajaran, agar pembelajaran dapat berhasil dengan baik, maka unsur-unsur bermain harus diperhatikan karena unsur yang terkandung dalam permainan adalah kegembiraan dan keceriaan.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana dampak pembelajaran dengan menggunakan metode bermain, (a) Lempar tangkap berpasangan tail ball, (b) Lempar tail ball melewati tali, (c) Lempar paralon modifikasi ke tengah lingkaran ban bekas, (d) Melempar paralon modifikasi pada bola sasaran, untuk meningkatkan hasil belajar lempar lembing gaya silang pada siswa kelas VIII D SMP Negeri 03 Ngunut kabupaten Tulungagung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Observasi, (4) Refleksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode bermain.

Hasil penelitian ini telah terbukti mampu meningkatkan keterampilan siswa dari siklus ke siklus. Pada siklus I siswa yang pada awalnya 26 siswa yang hasil belajarnya belum memenuhi standart ketuntasan minimal angka 75 berkurang menjadi 15 siswa yang belum memenuhi standart ketuntasan minimal. Dari hasil tersebut menunjukan peningkatan terhadap penguasaan keterampilan lempar lembing gaya silang yang terlihat dari perbandingan hasil pre-test yang dilaksanakan pada saat pra tindakan dengan hasil post-test yang diberikan pada akhir penerapan. Untuk hasil post-test siklus II juga menunjukkan peningkatan penguasaan keterampilan lempar lembing gaya silang. Dari 15 siswa yang belum memenuhi standart ketuntasan minimal angka 75 pada siklus 2 ini hanya tinggal 3 siswa saja yang belum memenuhi standart ketuntasan minimal. Selain hal tersebut diperoleh hasil persentasi keberhasilan sebagai berikut dari aspek awalan: Berdiri menghadap arah gerakan lemparan sudah dilakukan sebanyak 32 siswa dengan persentase 100%. Lembing berada di samping kepala dengan lengan ditekuk sudah dilakukan sebanyak 32 siswa dengan persentase 100%. Sikut menghadap ke depan dan telapak tangan menghadap atas sudah dilakukan sebanyak 30 siswa dengan persentase 93,75%. Gerakan saat melempar: Sikap langkah silang berkelanjutan untuk melempar sudah dilakukan sebanyak 28 siswa dengan persentase 87,50%. Kaki kanan di luruskan ke belakang,kaki kiri berada di depan dan lutut di tekuk sudah dilakukan sebanyak 26 siswa dengan persentase 81,25%. Siku tangan pembawa lembing ditekuk,diteruskan memutar badan untuk hasil lemparan yang baik sudah dilakukan sebanyak 28 dengan persentase 87,50%. Bersamaan dengan memutar badan ke sektor lapangan lembing di lemparkan dengan cepat sudah dilakukan sebanyak 25 dengan persentase 78,12%. Gerakan akhiran: Sikap badan menghadap arah lemparan,kaki kanan jatuh ke depan sudah dilakukan sebanyak 32 siswa dengan persentase 100%. Kaki kiri ke belakang menjaga keseimbangan,tubuh condong ke depan sudah dilakukan sebanyak 31 siswa dengan persentase 96,87%. Jaga keseimbangan agar badan tidak melalui garis batas sudah dilakukan sebanyak 30 siswa dengan persentase 93,75. Selain hasil persentasi mengenai teknik dasar lempar lembing gaya silang, diperoleh pula hasil dari pengamatan sikap siswa pada saat proses pembelajaran, pada siklus 1 siswa yang terlambat tidak di tegur oleh guru, siswa yang menyimpang tidak segera di tegur oleh guru, dan siswa tidak memperhatikan penjelasan dari guru saat guru menjelaskan. Namun pada siklus 2 sudah terlihat peningkatan yang cukup baik dibandingkan dengan siklus 1, pada siklus 2 ini guru sudah tegas dalam menegur siswa yang menyimpang menjadi lebih disiplin, siswa melakukan proses belajar dengan baik, dan siswa sudah menguasai keterampilan lempar lembing gaya silang dengan baik dan benar. Walaupun dalam post-test siklus 2 masih terdapat siswa yang belum tuntas, ini adalah wajar karena cukup sulit untuk mencapai taraf keberhasilan 100% siswa tuntas semua.

Dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran dengan menggunakan metode bermain dapat meningkatkan keterampilan lempar lembing gaya silang siswa kelas VIII D SMP Negeri 3 Ngunut. Bagi guru pendidkan jasmani, olahraga dan kesehatan model pembelajaran dengan metode bermain dapat digunakan sebagai referensi dalam memberikan materi lempar lembing gaya silang, sedangkan bagi siswa digunakan sebagai panduan belajar pada saat pembelajaran lempar lembing.