SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Upaya Peningkatan Efektivitas Pembelajaran Teknik Dasar Atletik (Jalan, Lari, Lompat, dan Lempar) Siswa Kelas VIII-B SMP Negeri 10 Malang dengan Metode Bermain.

Eris Bentar

Abstrak


ABSTRAK

 

Bentar,  Eris. 2013. Upaya Peningkatan Efektivitas Pembelajaran Teknik Dasar Atletik (Jalan, Lari, Lompat, dan Lempar) Siswa Kelas VIII-B SMP Negeri 10 Malang dengan Metode Bermain. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang.Pembimbing (I) Drs. Mu’arifin, M. Pd, (II) Dra. Sulistyorini, M. Pd.

 

Kata Kunci : Upaya Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Teknik Dasar Atletik Lanjutan (Jalan, Lari, Lompat, dan Lempar), Metode Bermain

Atletik merupakan suatu cabang olahraga tertua dan juga dianggap sebagai induk dari semua cabang olahraga. Atletik sejak jaman dulu secara tidak sadar telah dilakukan orang seperti berjalan, berlari, melompat, menombak saat berburu dalam kehidupan sehari-hari.

Metode bermain adalah salah satu pendekatan pembelajaran dalam pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan yang terpusat pada permainan dan siswa, untuk pembelajaran tentang permainan yang berhubungan erat dengan olahraga dengan sifat pembelajaran yang konstruktif. Metode bermain sangat penting untuk diterapkan dalam pembelajaran pendidikan jasmani karena selain dapat mengembangkan kemampuan motorik siswa dapat juga menanamkan nilai-nilai sosial seperti kerja sama, kejujuran, kedisiplinan, dan menghargai teman.

Penerapan metode bermain dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran teknik dasar atletik lanjutan (jalan, lari, lompat, dan lempar) kelas VIII B SMP Negeri 10 Malang. Peningkatan hasil keterampilan teknik dasar atletik lanjutan (jalan, lari, lompat, dan lempar) dapat dilihat pada siklus I di antaranya teknik jalan yang dilakukan dengan benar oleh siswa adalah sebanyak 23 siswa atau 58,97% dan sikap salah adalah sebanyak 16 siswa atau 41,03% sehingga masuk kategori cukup baik. Pada teknik lari yang dilakukan dengan benar oleh siswa adalah sebanyak 29 siswa atau 74,36% dan sikap salah adalah sebanyak 10 siswa atau 25,64% sehingga masuk kategori baik. Pada teknik lompat yang dilakukan dengan benar oleh siswa adalah sebanyak 30 siswa atau 76,92% dan sikap salah adalah sebanyak 9 siswa atau 23,08% sehingga masuk kategori cukup baik.

Pelaksanaan siklus II keterampilan siswa dalam melakukan teknik dasar atletik lanjutan juga mengalami peningkatan. Peningkatan hasil  keterampilan teknik dasar atletik lanjutan (jalan, lari, lompat, dan lempar) dapat dilihat pada teknik jalan yang dilakukan dengan benar oleh siswa mengalami peningkatan dari 23 siswa atau 58,97% menjadi 94,23%, pada teknik lari meningkat dari 29 siswa atau 74,36% menjadi 92,30%, pada teknik lompat meningkat dari 30 siswa atau 76,92%, dan teknik lempar yang dilakukan dengan benar oleh siswa adalah sebanyak 35 siswa atau 89,74%.