SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis SWOT Sebagai Dasar Penerapan Strategi Pemasaran Jasa Pada Obyek Wana Wisata Balekambang di Kabupaten Malang

Puguh Wiranto

Abstrak


ANALISIS SWOT SEBAGAI DASAR

PENERAPAN STRATEGI PEMASARAN JASA

PADA OBYEK WANA WISATA BALEKAMBANG

DI KABUPATEN MALANG

 

Puguh Wiranto

Universitas Negeri Malang

E-mail: puguh.jrs@gmail.com

 

 

ABSTRACT: Business in the service sector has increased high competition. Thus, it requires the company to make or formulate an appropriate marketing strategy. Service marketing strategy formulation is based on a thorough analysis which is based on the internal factors and the external factors which resulting an appropriate strategy according to the company’s condition. SWOT analysis is an analytical tool that is often used. By using the SWOT analysis, the company can determine the position and the right service marketing strategy to be applied. This study aims to: (1) determine what kind of strengths, weaknesses, opportunities and threats of Balekambang, (2) determine the position of Balekambang and advices in the form of service marketing strategies that can be applied for Balekambang . This study uses a qualitative descriptive approach. Type of data used is the qualitative data which is obtained from two data sources: primary and secondary data. Meanwhile, the data collection was done by using triangulation techniques through observation, interview and documentation. Data analysis was done by using a SWOT analysis. In addition, the validity of the findings was made by conducting confirmation of the study subjects. Based on the SWOT analysis that has been carried out, the factors which are known to be the power of Balekambang beach are: location of the attractions, natural beauty, having a other supported tourism, has the potential of culture, has a lodging and merchant stalls which are diverse. Meanwhile, the weakness of Balekambang are: lack of promotion, the parking lot is not optimal, there is no electricity, lack of access for the roads and lack of road signs, lack of security and hygiene. Yet, the opportunities of Balekambang are: Word of mouth, recreational needs, cultural potential to increase the number of visitors and work with the private sector. The threat of Balekambang are: disturbing rubbish which disturb the view of a tourist attraction, rising fuel prices affecting the desire to travel, high crime and natural disasters. The position of Balekambang is in quadrant I with an internal score of 1.10 and 0.45 for the external factor. The strategies that can be implemented by Balekambang include the manufacture and marketing through blogs, fans page of facebook, twitter accounts, performing product diversification development, cooperation offer for private parties, and gift merchandise for visitors who stay at its inn, doing direct marketing for the community. Lastly, some suggestions that can be given are: 1) the tourism managers should evaluate cleanliness, facilities, infrastructure, and security every month so that the power and tourism opportunities can be maintained or even able to grow to add charm for the visitors, 2) checking the condition and do periodic evaluations. checking and evaluation can be done every week with all staff, 3) diversification for Balekambang tourism object needs to be improved because at the moment there is only flying fox which become the main product for attraction, whereas Balekambang has large beach area .

 

Keywords: SWOT Analysis, Marketing Service Strategy, Balekambang

 

ABSTRAK: Usaha dalam bidang jasa mengalami persaingan yang semakin ketat. Hal ini mengharuskan perusahaan untuk membuat atau merumuskan sebuah strategi pemasaran yang tepat. Perumusan strategi pemasaran jasa didasarkan pada analisis yang menyeluruh terhadap faktor-faktor internal dan faktor-faktor esternal perusahaan sehingga menghasilkan strategi yang tepat sesuai dengan keadaan perusahaan. Analisis SWOT merupakan alat analisis yang kerap digunakan. Dengan menggunakan analisis SWOT, perusahaan dapat mengetahui posisi dan strategi pemasaran jasa yang tepat untuk diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk ,mengetahui faktor apa saja yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pada Obyek Wisata Balekambang. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui posisi Obyek Wisata Balekambang dan saran berupa strategi pemasaran jasa yang dapat diterapkan pada Obyek Wisata Balekambang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif yang diperoleh dari dua sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Pengumpulan data menggunakan tehnik trianggulasi dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis SWOT. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan mengadakan konfirmasi data yang diperoleh terhadap subyek penelitian. Berdasarkan analisis SWOT yang telah dilaksanakan diketahui faktor yang menjadi kekuatan Obyek Wisata Balekambang adalah: lokasi obyek wisata, keindahan alam yang natural, memiliki wahana selain wisata pantai, memiliki potensi budaya, memiliki tempat penginapan dan terdapat lapak pedagang yang beraneka ragam. Kelemahan Obyek Wisata Balekambang adalah: promosi masih kurang, lahan parkir yang belum optimal, listrik belum ada, akses jalan kurang lebar dan kurang rambu-rambu, keamanan pantai masih kurang dan kebersihan obyek wisata masih kurang. Peluang Obyek Wisata Balekambang adalah: Word of mouth, kebutuhan rekreasi, potensi budaya yang dapat meningkatkan jumlah pengunjung dan bekerja sama dengan pihak swasta. Ancaman Obyek Wisata Balekambang adalah: Sampah yang mengganggu pemandangan obyek wisata, naiknya harga BBM yang mempengaruhi keinginan untuk berwisata, tindak kejahatan yang kemungkinan dan bencana alam. Posisi Obyek Wisata Balekambang berada pada kuadran I dengan skor 1,10 untuk faktor internal dan skor 0,45 untuk faktor eksternal. Adapun strategi yang dapat diterapkan oleh Obyek Wisata Balekambang antara lain pembuatan dan melakukan pemasaran melalui blog, fanspage facebook, akun twitter, melakukan pengembangan diversifikasi produk, memberikan penawaran kerjasama untuk pihak swasta, pemberian merchandise untuk pengunjung yang menginap di penginapan, melakukan pemasaran langsung (jemput bola) kepada masyarakat. Beberapa saran yang dapat diberikan antara lain 1) Pihak pengelola obyek wisata harus mengevaluasi kebersihan, sarana dan prasarana, dan keamanan setiap bulan agar kekuatan dan peluang obyek wisata dapat terjaga atau bahkan mampu bertambah sehingga mampu menambah daya tarik terhadap pengunjung; 2) Melakukan pengecekan kondisi obyek wisata dan evaluasi secara berkala. Pengecekan dan evaluasi ini bisa dilakukan setiap minggu bersama semua staff obyek wisata. 3) Diversifikasi pada Obyek Wisata Balekambang perlu ditingkatkan karena pada saat ini hanya wahana flying fox yang menjadi andalan perluasan lini produk tersebut, padahal Obyek Wisata Balekambang memiliki area pantai yang cukup luas.

 

Kata Kunci : Analisis SWOT, Strategi Pemasaran Jasa, Balekambang