SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Upaya Meningkatkan Pembelajaran Lempar Cakram Menggunakan Metode Bermain Untuk Kelas VII D SMP Negeri 1 Turi Kabupaten Lamongan

Akbar Nurmansyah Hakiki

Abstrak


ABSTRAK

 

Nurmansyah, Akbar. 2013. Upaya Meningkatkan Pembelajaran Lempar Cakram Menggunakan Metode Bermain Untuk Kelas VII D SMP Negeri 1 Turi Kabupaten Lamongan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) I Nengah Sudjana, S.Pd, M.P.d. (II) Drs. Mardianto, M.Kes.

 

Kata kunci: Keterampilan, Pembelajaran, Lempar Cakram, Model Bermain.

 

Lempar cakram merupakan salah satu materi atletik yang yang terdapat dalam standart kompetensi Sekolah Menengah Pertama/MTS Kelas VII. Salah satu kompetensi dasarnya yaitu mempraktikkan teknik dasar permainan dan olahraga dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Lempar cakram merupakan olahraga atletik nomor lempar, dalam perlomban lempar cakram, siswa berlomba melemparkan objek berbentuk cakram sejauh mungkin dengan mengikuti peraturan yang berlaku. Berdasarkan hasil observasi awal, diperoleh hasil bahwa siswa kurang terampil dalam mempraktikan teknik lempar cakram dikarenakan media pembelajaran yang terbatas dan pembelajaran yang monoton tanpa diselingi dengan kegiatan yang menarik sehingga siswa kurang tertarik dalam pembelajaran lempar cakram, kebanyakan siswa melakukan kesalahan pada saat teknik memutar, melempar, dan gerak lanjutan. Dalam melakukan teknik lempar cakram, kebanyakan siswa melakukannya dengan asal melempar tidak memeperhatikan teknik dan keamanannya. Jumlah siswa kelas VII D adalah 35 siswa yang terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan. Agar pembelajaran dapat berhasil dengan baik, maka unsur-unsur bermain harus diperhatikan dalam proses pembelajaran, karena unsur yang terkandung dalam permainan adalah kesenangan dan keceriaan.

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan keterampilan lempar cakram pada siswa kelas VII D SMP Negeri 1 Turi Kabupaten Lamongan.

            Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kualitatif - kuantitatif. Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII D SMP Negeri 1 Turi Kabupaten Lamongan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi (pengamatan), dokumentasi, tes.

        Hasil siklus pertama didapat hasil bahwa jumlah siswa yang tidak dapat melakukan gerakan melempar cakram dengan baik dan tidak dapat melewati nilai ketuntasan minimal yaitu 75. Dari aspek sikap memegang 10 siswa atau 28.6% siswa masih melakukan gerakan yang salah yaitu cakram dicengkram oleh jari-jari tangan bukan ditempelkan pada  ujung ruas pertama jari tangan dan lengan. Dari aspek mengayun 15 siswa atau 42.8% siswa masih melakukan gerakan yang salah yaitu pada saat mengayunkan cakram, lutut tidak ikut dilenturkan dan tangan kiri tidak ditekuk. Dari aspek sikap berputar 23 siswa atau 65.7% siswa yang masih melakukan gerakan yang salah yaitu pandangan pada saat melakukan putaran tidak mengikuti arah lemparan dan kaki kiri cenderung pasif. Dari aspek lemparan 25 siswa atau 71.4% siswa masih melakukan gerakan yang salah yaitu cakram dilepaskan ketika tangan masih ada disamping badan dan putaran cakram tidak searah jarum jam. Dari aspek gerak lanjutan 26 siswa atau 74.3% siswa yang masih melakukan gerakan yang salah yaitu tidak dapat menjaga keseimbangan dan kaki kanan tidak dilangkahkan ke depan.

 Pada siklus 2 sudah  terlihat peningkatan yang cukup baik dibandingkan dengan siklus I. Dari aspek sikap memegang 35 siswa atau 100% siswa sudah melakukan gerakan yang benar yaitu cakram ditempelkan pada  ujung ruas pertama jari tangan dan lengan. Dari aspek mengayun 35 siswa atau 100% siswa sudah melakukan gerakan yang benar yaitu pada saat mengayunkan cakram, lutut ikut dilenturkan dan tangan kiri ditekuk disamping kepala untuk menerima cakram saat akhir gerakan mengayun. Dari aspek berputar 31 siswa atau 88.6% siswa sudah melakukan gerakan yang benar yaitu pandangan pada saat melakukan putaran mengikuti arah lemparan dan kaki kiri tidak pasif. Dari aspek melempar 30 siswa atau 85.7% siswa sudah melakukan gerakan yang benar yaitu cakram dilepaskan ketika tangan sudah ada didepan atas badan dan putaran cakram searah jarum jam. Dari aspek gerak lanjutan 28 siswa atau 80% siswa sudah melakukan gerakan yang benar yaitu dapat menjaga keseimbangan dan kaki kanan dilangkahkan ke depan saat selesai melakukan lemparan.

Pada siklus 2 ini sudah tidak ada siswa yang terlambat, siswa yang menyimpang menjadi lebih disiplin, siswa melakukan proses belajar dengan baik, dan siswa sudah menguasai keterampilan melempar cakram dengan baik dan benar, meskipun masih ada beberapa siswa yang belum bisa menguasai teknik melempar cakram secara keseluruhan tetapi rata-rata siswa sudah bisa melakukannya.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keterampilan lempar cakram dengan menggunakan permainan modifikasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII D SMP Negeri 1 Turi Kabupaten Lamongan.

                Pembelajaran lempar cakram akan lebih mudah dikuasai siswa apabila diajarkan dengan menggunakan modifikasi permainan, antara lain permainan melempar cakram modifikasi bagian 1, permainan melempar cakram bagian 2, permainan melempar melewati net, permainan melempar cakram menggunakan awalan, permainan melempar cakram tiga kemungkinan, dan permainan melempar cakram gawang sasaran.