SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Percepatan Lari dengan Menggunakan Start Jongkok Melalui Metode Permainan Gerak Reflek pada Kelas X-3 di SMA Negeri 1 Dampit Kecamatan Dampit Kabupaten Malang

Yayan Eko Susanto

Abstrak


ABSTRAK

 

Susanto, Yayan Eko. 2013. Peningkatan Percepatan Lari dengan Menggunakan Start Jongkok Melalui Metode Permainan Gerak Reflek pada Kelas X-3 di SMA Negeri 1 Dampit Kecamatan Dampit Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Tomi, M.Pd., (II) Drs. Supriatna, M.Pd.

 

Kata Kunci: Pembelajaran, permainan, dan start jongkok.

Atletik adalah aktifitas jasmani berdasarkan gerak dasar manusia, yaitu berjalan, berlari, melempar, dan melompat. Di dalam materi pembelajaran lari jarak pendek merupakan semua jenis lari yang sejak start sampai finish dilakukan dengan kecepatan maksimal. Ada tiga faktor yang mutlak dalam menentukan baik buruknya lari jarak pendek, yaitu start, gerakan sprint, dan finish. Dari ketiga teknik tersebut, start merupakan salah satu faktor terpenting dalam mendapatkan kecepatan dan percepatan yang maksimal. Maka untuk mendapatkan hasil yang maksimal, tentunya diperlukan pembelajaran yang menyenangkan dan aktif  bergerak. Oleh karena itu, pembelajarannya harus menyenangkan dan membuat peserta didik yang tidak bisa menjadi bisa.

Tujuan penelitian ini untuk memecahkan permasalahan dalam proses pembelajaran melalui metode permainan gerak reflek untuk peningkatan percepatan lari melalui start jongkok pada kelas X-3 di SMA Negeri 1 Dampit Kecamatan Dampit Kabupaten Malang.

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK). Data yang terkumpul berupa data kuantitatif yang diperoleh dari hasil observasi dan tes serta data kualitatif diperoleh dari saran-saran. Pengumpulan data diperoleh dari observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan berupa observasi dan tes serta untuk menjaga keaslian diperkuat dengan data dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik statika diskriptif.

Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: pada tiap siklus tingkat keberhasilan dengan menggunakan metode permainan, yaitu pada aba-aba “bersedia” sebelum diberi tindakan 13 orang (47,4%) dari 27 orang termasuk katagori kurang baik. Setelah dilakukan tindakan permainan gerak reflek menggunakan start jongkok pada siklus 1 pertemuan ke-3 terdapat 18 orang (67,4%) dari 27 orang, hasil tersebut termasuk katagori cukup. Pada siklus 2 pertemuan ke-3 terdapat 23 orang (85,9%) dari 27 orang, hasil tersebut termasuk katagori baik. Selanjutnya pada aba-aba “siap” sebelum diberi tindakan 15 orang (54,8%) dari 27 orang termasuk katagori kurang baik. Setelah dilakukan tindakan permainan gerak reflek menggunakan start jongkok pada siklus 1 pertemuan ke-3 terdapat 21 orang (77%) dari 27 orang, hasil tersebut termasuk katagori baik. Pada siklus 2 pertemuan ke-3 terdapat 25 orang (91,8%) dari 27 orang, hasil tersebut termasuk katagori baik. Selanjutnya pada aba-aba “yaa!” sebelum diberi tindakan 11 orang (42,5%) dari 27 orang termasuk katagori kurang baik. Setelah dilakukan tindakan permainan gerak reflek menggunakan start jongkok pada siklus 1 pertemuan ke-3 terdapat 16 orang (61,1%) dari 27 orang, hasil tersebut termasuk katagori cukup. Pada siklus 2 pertemuan ke-3 terdapat 23 orang (85,1%) dari 27 orang, hasil tersebut termasuk katagori baik. Sedangkan dalam lari jarak pendek 40 meter merupakan sebuah tolak ukur untuk mengetahui kemampuan  yang dimiliki setiap peserta didik.

Dari data di atas, maka melalui metode permainan yang telah diterapkan, peserta didik dapat melatih keterampilan melakukan start jongkok, melatih respon/reaksi peserta didik, melatih kekompakan sesama tim/peserta didik, melatih kecepatan lari dan senang terhadap pembelajaran gerak dasar atletik (start jongkok).