SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Komparasi Tentang Proses Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Jasmani Bagi Guru SD Negeri Di Kecamatan Lawang dan kecamatan Singosari

Mochammad Bhirowo

Abstrak


ABSTRAK

 

Bhirowo, Mochammad. 2013. Studi Komparasi tentang Proses Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Jasmani bagi Guru SD Negeri Di Kecamatan Lawang dan Kecamatan Singosari. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing I: Drs. Mu`arifin,M.Pd. Pembimbing II: Dr. Asim, M. Pd.

 

Kata Kunci: Komparasi, pembelajaran, pelaksanaan, hambatan

Pendidikan di Indonesia terus mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama yang berkaitan dengan pendidikan jasmani atau yang sering disebut Dikjas. Adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama yang berkaitan dengan Pendidikan Jasmani menuntut agar guru memiliki kemampuan yang lebih, bukan hanya sekedar menyampaikan materi, namun juga mampu menumbuhkan minat siswa untuk aktif selama proses pembelajaran pendidikan jasmani dengan suasana yang menyenangkan. Setiap sekolah memiliki kondisi lingkungan, potensi, dan cara menerapkan pembelajaran yang berbeda. perbedaan tersebut, dimungkinkan menyebabkan  ketidak samaan karakteristik pada proses pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Jasmani di setiap sekolah, berawal dari permasalahan tersebut penulis mencoba untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani di SD Negeri Kecamatan Lawang dan SD Negeri Kecamatan Singosari.

Tujuan dari studi komparasi ini adalah untuk mengetahui perbandingan tentang hambatan dalam proses pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani bagi guru SD Negeri di Kecamatan Lawang dan Kecamatan Singosari.

Metode yang digunakan dalam studi komparasi ini adalah deskriptif persentase serta statistik parametrik komparatif dua sampel independen untuk data yang berdistribusi normal dan analisis statistik nonparametrik komparatif dua sampel independen untuk data yang berdistribusi tidak normal. Data dianalisis dengan bantuan komputer menggunakan Microsoft Excel 2007 dan SPSS Statistic 17.

Paparan analisis data adalah sebagai berikut: Berdasarkan penghitungan pada pengamatan SD di Kecamatan Lawang, rata-rata skor hambatan dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani berkisar antara 1 – 2,73 dengan mean sebesar 1,52 dan standar deviasi sebesar 0,36. Nilai mean sebesar 1,52 mengindikasikan bahwa secara keseluruhan, guru pengajar pendidikan jasmani mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran. Jika ditinjau lebih lanjut dari bagian pendahuluan,  rata-rata skor hambatan dalam proses pendahuluan berkisar antara 1 – 2,2 dengan mean sebesar 1,53 dan standar deviasi sebesar 0,36. Nilai mean sebesar 1,53 mengindikasikan bahwa pada bagian pendahuluan, guru pengajar pendidikan jasmani tidak  mengalami kesulitan yang berarti dalam proses pembelajaran. Pada kegiatan inti pembelajaran pendidikan jasmani,  rata-rata skor hambatan dalam kegiatan inti berkisar antara 1 – 3 dengan mean sebesar 1,69 dan standar deviasi sebesar 0,41. Nilai mean sebesar 1,69 mengindikasikan bahwa pada bagian kegiatan inti, guru pengajar pendidikan jasmani mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran. Pada bagian penutup,  rata-rata skor hambatan dalam penutup berkisar antara 1 – 3 dengan mean sebesar 1,34 dan standar deviasi sebesar 0,44. Nilai mean sebesar 1,34 mengindikasikan bahwa pada bagian penutup, guru pengajar pendidikan jasmani tidak mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran.

Pada pengamatan SD di Kecamatan Singosari, rata-rata skor hambatan dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani berkisar antara 1,06 – 2,25 dengan mean sebesar 1,55 dan standar deviasi sebesar 0,40. Nilai mean sebesar 1,55 mengindikasikan bahwa secara keseluruhan, guru pengajar pendidikan jasmani mengalami kesulitan yang berarti dalam proses pembelajaran. Jika ditinjau lebih lanjut dari bagian pendahuluan,  rata-rata skor hambatan dalam proses pendahuluan berkisar antara 1 – 2,2 dengan mean sebesar 1,50 dan standar deviasi sebesar 0,32. Nilai mean sebesar 1,50 mengindikasikan bahwa pada bagian pendahuluan, guru pengajar Dikjas sedikit mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran. Pada bagian kegiatan inti,  rata-rata skor hambatan dalam kegiatan inti berkisar antara 1,13 – 2,5 dengan mean sebesar 1,70 dan standar deviasi sebesar 0,45. Nilai mean sebesar 1,70 mengindikasikan bahwa pada bagian kegiatan inti, guru pengajar Dikjas sedikit mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran. Pada bagian penutup,  rata-rata skor hambatan dalam penutup berkisar antara 1 – 2,75 dengan mean sebesar 1,44 dan standar deviasi sebesar 0,56. Nilai mean sebesar 1,44 mengindikasikan bahwa pada bagian penutup, guru pengajar pendidikan jasmani tidak mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran.

Berdasarkan pada deskripsi proses pembelajaran pendidikan jasmani tersebut, dapat disimpulkan bahwa SD Kecamatan Lawang dan Singosari sama-sama mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran. Jika ditinjau lebih lanjut hambatan proses pembelajaran antara SD Kecamatan Lawang dan Singosari mengalami kesulitan pada proses pendahuluan dan kegiatan inti.