SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN MATERI HIV/AIDS DALAM BENTUK MEDIA INTERAKTIF UNTUK SISWA SEDERAJAT SLTA

Andhika Christya Kurniawan

Abstrak


ABSTRAK

 

Christya Kurniawan, Andhika. 2013. Pengembangan Pembelajaran Materi HIV/AIDS dalam Bentuk Media Interaktif Untuk Siswa Sederajat SLTA. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Wasis Djoko Dwiyogo, M. Pd, (II) Dra. Sri Purnami, M. Pd.

 

Kata kunci: pengembangan, pembelajaran, media interaktif,   HIV/AIDS.

Media interaktif adalah media yang berisi tulisan, gambar, video yang bisa dioperasikan sesuai keinginan. Peneliti memilih media interaktif untuk menyampaikan informasi tentang HIV/AIDS Media interaktif dirancang sistematis mengenai materi HIV/AIDS sehingga memungkinkan siswa dapat menerima pengetahuan lebih mudah dan menarik.

Berdasarkan penelitian awal yang dilakukan di SMA Negeri 1 Pacitan terhadap 50 siswa kelas XI dan dua guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan diperoleh data: 50 orang siswa (100%) menyatakan mendapatkan materi HIV/AIDS, 50 orang siswa (100%) menyatakan materi HIV/AIDS diajarkan berupa teori di kelas,50 orang siswa (100%) menyatakan materi HIV/AIDS diajarkan guru melalui penjelasan lisan dan bersumber pada buku ajar, 50 orang siswa (100%) menyatakan bahwa guru pendidikan jasmani dan kesehatan tidak pernah menggunakan media interaktif berbasis komputer dalam pembelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan, 50 orang siswa (100%) menyatakan di SMA N 1 Pacitan terdapat laboratorium komputer, 50 orang siswa (100%) menyatakan bisa mengoperasikan komputer, 50 orang siswa (100%) menyatakan mempunyai komputer di rumahnya. Sedangkan guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan menyatakan: materi HIV/AIDS diajarkan di kelas XI pada semester satu, media yang digunakan untuk mengajar materi HIV/AIDS berupa buku ajar, guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan belum pernah menggunakan media interaktif dalam pembelajaran, guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan setuju jika dikembangkan pembelajaran dalam bentuk media interaktif untuk materi HIV/AIDS.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan pembelajaran dalam bentuk media interaktif. Media interaktif merupakan alternatif pemilihan media yang dapat digunakan oleh pendidik untuk menyampaikan pesan kepada peserta didik.

Prosedur penelitian pada penelitian ini menggunakan tujuh langkah dari 10 langkah prosedur Borg & Gall. Langkah-langkah yang dilakukan peneliti yaitu; (1) analisis kebutuhan, (2) penyususnan produk awal, (3) evaluasi ahli, (4) uji coba kelompok kecil, (5) uji coba kelompok besar, (6) revisi produk, (7) hasil akhir produk. Jadi penelitian ini hanya sampai tahap pembuatan produk akhir tanpa uji keefektifan produk.

Hasil uji coba (kelompok kecil) menggunakan 10 siswa diperoleh persentase 79,9% dan tergolong kategori sangat layak, pada uji lapangan (kelompok besar) menggunakan 30 siswa diperoleh persentase 80,4% dan tergolong kategori sangat layak sehingga media interaktif materi HIV/AIDS untuk siswa sederajat SLTA dapat digunakan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan lebih kreatif dan inovatif untuk pengembangan media pembelajaran. Pemanfaatan media berupa media interaktif untuk pembelajaran membuat siswa lebih tertarik untuk belajar dan bermuara pada percepatan proses pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari.