SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Tentang Sarana dan Prasarana Pendidikan Jasmani di SMP Negeri se-Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang

vidi asmara setya aji

Abstrak


ABSTRAK

 

Asmara Setya Aji, Vidi. 2012. Studi Tentang Sarana dan Prasarana Pendidikan Jasmani di SMP Negeri se-Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sulistyorini, M.Pd, (II) I Nengah Sudjana, S.Pd., M.Pd.

 

Kata Kunci: Sarana, prasarana, pembelajaran pendidikan jasmani

Pendidikan jasmani adalah bagian integral dari pendidikan melalui aktivitas jasmani yang bertujuan untuk meningkatkan individu secara organik, neuromuskular, intelektual, dan emosional ,Salah satu faktor yang menunjang dan mencapai tujuan pendidikan jasmani adalah tersedianya sarana dan prasarana yang memadai. Penelitian ini ingin melihat realisasi keberadaan sarana dan prasarana yang ada di SMPN Se-Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang

Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah SMPN se-Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang yang berjumlah 3 sekolah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, sedangkan analisis data menggunakan statistik deskriptif (rata-rata dan presentase).

Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: SMPN I Ampelgading memiliki sarana pendidikan jasmani sebanyak 77,14%, SMPN 2 memiliki 82,95%, dan SMPN 3 memiliki 60%, jadi dapat disimpulkan SMPN se-Kecamatan Ampelgading sudah memiliki sarana untuk pembelajaran pendidikan jasmani meskipun belum lengkap dan diharapkan sekolah dapat memperhatikan sarana yang belum tersedia untuk pembelajaran.

Prasarana yang ada di SMPN se-Kecamatan Ampelgading jika dibandingkan dengan standar umum prasarana menunjukkan bahwa yang memenuhi standar di atas 2700 m² dengan jumlah kelas di atas dua puluh kelas adalah SMPN 1 Ampelgading, sedangkan standar minimum dengan jumlah kelas dibawah sepuluh kelas yang memenuhi hanya SMPN 3 Ampelgading sedangkan SMPN 2 Ampelgading luas prasarana kurang dari 1400 m².

Hasil penelitian diharapkan bisa dijadikan pertimbangan untuk pengadaan sarana dan prasarana pendidikan jasmani bagi sekolah yang belum lengkap dan diharapkan sekolah mulai memikirkan dan merealisasikan guna memiliki sarana dan prasarana yang memadai agar terlaksana suatu proses dan tujuan dari pembelajaran pendidikan jasmani yang sesuai dengan kurikulum.