SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Survei Tingkat Massa Tulang pada Anggota Klub Senam Osteoporosis (Sposis) se-Malang Raya

muhammad lutfi maulana

Abstrak


ABSTRAK

 

Maulana, Muhammad Lutfi. 2013. Survei Tingkat  Massa Tulang pada Anggota Klub Senam Osteoporosis (Sposis) se-Malang Raya. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Mulyani Surendra, M.S, (2) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd, M.Pd.

 

Kata kunci: Survei, Tingkat Massa Tulang, Senam Osteoporosis, (Sposis).

Osteoporosis merupakan penyakit yang dapat secara perlahan menyerang baik kepada pria maupun wanita. Berdasarkan hasil wawancara tidak terstruktur, akan lebih baik jika osteoporosis  diketahui sedini mungkin melalui pemeriksaan massa tulang, dengan berbagai macam pemeriksaan salah satunya yaitu dengan Ultrasound Bone Densitometry yang merupakan suatu alat sederhana namun dapat memperlihatkan nilai massa tulang.

Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan survei, tujuan dari penelitian ini adalah dimaksudkan untuk mengetahui jumlah Bone Mass Densitometry (BMD) dari peserta senam sposis yang apabila jumlah BMD besar maka kepadatan tulang menurun, dan setelah diketahui jumlah BMD peserta maka dapat diambil langkah-langkah  untuk penanggulangan dan pemeliharaan tulang yang tepat.

Hasil rata-rata nilai BMD pada setiap tempat penelitian adalah -1,3, -2,0, -2,0, -1,5, -1,4, -1,5. Hasil dari rata-rata BMD tersebut mengindikasikan bahwa dari setiap tempat penelitian nilai massa tulang masih di bawah standar massa tulang sehat. Dan hasil rata-rata BMD dilihat dari jenis kelamin menyatakan bahwa nilai rata-rata BMD pria lebih kecil dibanding dengan wanita dan ini mengindikasikan  bahwa massa tulang pria lebih padat dibanding wanita yaitu -1,54 untuk pria dan -2,54 untuk wanita. Untuk nilai BMD menurut usia  pria yang berusia 49-55tahun dengan jumlah responden 9 orang nilai BMD nya -0,3, dibandingkan dengan pria yang berusia 71-76 tahun jumlah responden 4 orang dengan nilai BMD -3,2. Sedangkan pada responden wanita yang berusia 30-40 tahun  dengan jumlah responden 28 orang nilai BMD nya -1,0, dibandingkan dengan wanita yang berusia 71-80 tahun dengan jumlah responden 26 orang nilai BMD nya -3,7. Untuk nilai BMD menurut lama latihan responden mengindikasikan bahwa semakin lama responden melakukan latihan maka nilai BMD responden akan lebih kecil dibandingkan dengan anggota yang baru melakukan senam. Untuk nilai BMD menurut kehadiran anggota bagi yang aktif hadir dalam kegiatan senam 3 kali dalam seminggu  maka nilai densitas tulang akan semakin kecil dibading dengan responden yang jarang  melakukan senam. Untuk  nilai BMD menurut asupan kalsium  rata-rata di semua tempat  masih kekurangan asupan kalsium sehingga nilai BMDnya masih tergolong osteopenia.

Jadi  nilai BMD dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain jenis kelamin, usia, lama latihan, kehadiran anggota, dan asupan kalsium. Diharapkan penelitian selanjutnya dapat berupa bagaimana mencegah dan memelihara tulang sedini mungkin.