SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Teknik Belaan Dikombinasikan Dengan Teknik Seranagn (Serang Bela) Menggunakan VCD Instruksional Untuk Siswa Tingkat Sabuk Jambon Pencak Silat PSHT Cabang Malang.

Eko Deni Kristiadi

Abstrak


ABSTRAK

 

Kristiadi, Eko Deni. 2013. Pengembangan Teknik Belaan Dikombinasikan Dengan Teknik Seranagn (Serang Bela) Menggunakan VCD Instruksional Untuk  Siswa Tingkat Sabuk Jambon Pencak Silat PSHT Cabang  Malang. Skripsi, Jurusan Pendidkan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang Pembimbing: (I) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd (II) Drs. Tatok Sugiarto,S.Pd, M.Pd

 

Kata kunci: pengembangan, media video, teknik belaan dikombinasikan dengan teknik serangan (serang bela) pencak silat, siswa tingkat sabuk jambon persaudaran setia hati terate.

Pencak silat merupakan salah satu hasil budaya bangsa Indonesia yang memiliki unsur seni, beladiri, olahraga, dan unsur mental spiritual. Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) adalah salah satu organisasi pencak silat pemrakarsa IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia). Dalam organisasi PSHT ini, anggota yang belum menjadi anggota tetap (siswa) harus dapat menguasai materi dalam jangka waktu yang telah ditentukan sesuai dengan kurikulum PSHT. Dari hasil analisis kebutuhan (Need Assesment) didapatkan hasil (1) siswa tidak pernah menggunakan teknik belaan dikombinasikan dengan tenik serangan saat sabung, (2) siswa mengalami kesulitan meletakkan posisi kaki maupun posisi badan, dan (3) pelatih jarang memberikan teknik belaan dikombinasikan dengan tenik serangan. Dari ketiga analisis tersebut bahwa siswa kurang memahami teknik serang bela tersebut, karena ketika sabung (sparing partner) teknik belaan dikombinasikan dengan tenik serangan bisa digunakan dan mempunyai nilai “+1”, selain itu materi teknik belaan dikombinasikan dengan tenik serangan bisa digunakan pada pencak silat prestasi. Yaitu dengan menggunakan media video instruksional teknik belaan dikombinasikan dengan tenik serangan pencak silat yang dikemas dalam bentuk compact disc/ digital versatile disc (CD/DVD).

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media video instruksional untuk mempermudah penguasaan teknik belaan dikombinasikan dengan tenik serangan pencak silat siswa tingkat sabuk jambon, diharapkan dengan adanya media video instruksional ini siswa dapat lebih cepat dalam menguasai teknik tersebut.

Dalam penelitian ini model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan Research & Development (R & D) dari Borg & Gall (1983:775). Adapun prosedur pengembangan materi teknik belaan dikombinasikan dengan teknik serangan meliputi: (1) riset dan pengumpulan informasi dalam melakukan penelitian awal atau analisis kebutuhan (need assesment) dengan observasi di latihan serta penyebaran angket yang ditujukan kepada 15 siswa tingkat sabuk jambon, (2) pengembangan produk awal berupa rancangan produk, (3) evaluasi para ahli dengan menggunakan satu ahli media dan dua ahli pencak silat (4) revisi produk pertama (sesuai dari hasil evaluasi para ahli dan uji kelompok kecil sebanyak 9 siswa sabuk jambon, (5) uji lapangan dengan mengujikan hasil produksi pertama pada kelompok besar yaitu pada 30 siswa tingkat sabuk jambon, (6) revisi produk akhir sesuai dari hasil uji lapangan (kelompok besar), (7) hasil akhir produk berupa video instruksional teknik belaan dikombinasikan dengan tenik serangan pencak silat. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah dengan cara kuesioner. Dan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan deskriptif berupa persentase.

Hasil penelitian pengembangan media video diperoleh data sebagai berikut: (1) Uji coba tahap I (kelompok kecil) yaitu 100% (Baik), (2) Uji coba tahap II (kelompok besar) yaitu 99,35% (Baik). Hasil produk pengembangan ini berupa video instruksional teknik belaan dikombinasikan dengan tenik serangan pencak silat yang disajikan dalam bentuk video dan bentuk fisik berupa CD/DVD (Compact Disc/ Digital Versatile Disc).  Isi dari video ini adalah gambar bisa  bergerak, sehingga ketika dilakukan berulang-ulang akan mudah dipahami, keras lemahnya suara juga bisa diatur, gerakan ada yang dibuat secara lambat, langkah-langkah gerakan jelas, secara bertahap dan dibuat secara menarik agar siswa lebih termotivasi untuk melakukan latihan.