SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Model Latihan Sepak Sila untuk Pemula berupa VCD di Ekstrakurikuler Sepaktakraw SMP Negeri 12 Malang

Roni . Hartanto

Abstrak


ABSTRAK

 

Hartanto, Roni. 2013. Pengembangan Model Latihan Sepak Sila untuk Pemula berupa VCD di Ekstrakurikuler Sepaktakraw SMP Negeri 12 Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Mulyani Surendra, M.S, (2) Drs. Mardianto, M.Kes.

 

Kata kunci: pengembangan, model, latihan sepak sila sepaktakraw, pemula, SMP Negeri 12 Malang.

 

Ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan di luar proses belajar mengajar, di luar jam sekolah dan merupakan kegiatan pengembangan bakat dan kreativitas siswa. Olahraga ekstrakurikuler sepaktakraw termasuk salah satu ekstrakurikuler yang belum banyak digemari oleh siswa. Hal ini muncul karena sepaktakraw adalah olahraga yang permainannya sulit dilakukan. Pada permainan sepaktakraw terdapat berbagai macam teknik dasar yang wajib dikuasai dengan baik karena diharapkan mampu diimplementasikan dalam permainan sepaktakraw. Salah satu teknik dasar yang ada dalam sepaktakraw adalah sepak sila karena selain untuk menguasai bola, sepak sila juga dapat untuk menerima, mengumpan pada teman dan menyelamatkan serangan lawan.

Prosedur pengembangan model latihan sepak sila untuk pemula ini melalui beberapa tahap, antara lain: (1) melakukan penelitian dan pengumpulan data informasi dengan memberikan instrumen analisis kebutuhan kepada peserta dan pelatih ekstrakurikuler sepaktakraw di SMP Negeri 12 Malang; (2) pembuatan rancangan produk awal model latihan sepak sila untuk pemula pada peserta ekstrakurikuler sepaktakraw; (3) evaluasi para ahli dengan kualifikasi yaitu, 1 ahli sepaktakraw, 1 ahli kepelatihan dan 1 ahli media; (4) revisi produk pertama; (5) uji coba kelompok kecil; (6) revisi produk kedua; (7) uji coba lapangan (kelompok besar) dengan mengujicobakan hasil revisi produk kedua; (8) revisi produk akhir (apabila ada masukan atau saran dari uji coba lapangan); (9) hasil akhir produk pengembangan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif.

Berdasarkan hasil tinjauan para ahli, terdapat beberapa revisi terhadap rancangan produk yang telah dikembangkan, yaitu: (1) Hasil evaluasi ahli sepaktakraw adalah memperbanyak model latihan sepak sila; (2) Memperbanyak model permainan sepak sila; (3) Hasil evaluasi ahli kepelatihan adalah menambah variasi latihan menggunakan media seperti net dan tembok; (4) Menambah variasi kekuatan pantulan bola; (5) Menambah variasi jarak antara pelempar dengan penyepak; (6) Hasil evaluasi ahli media adalah memperbaiki teks agar lebih diperbesar; (7) Mempersingkat durasi tayangan pembuka.

Hasil persentase uji coba kelompok kecil adalah 89,22% dan hasil persentase uji coba kelompok besar adalah 94,09%. Hasil persentase tersebut menyatakan bahwa produk ini dapat digunakan untuk pemula pada peserta ekstrakurikuler sepaktakraw  di SMP Negeri 12 Malang. Karena penelitian ini hanya terbatas pengembangan produk, diharapkan ada penelitian selanjutnya yang menguji tingkat efektivitas produk yang telah dikembangkan ini.