SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Upaya Peningkatan Pembelajaran Tolak Peluru Gaya Menyamping Pada Siswa Kelas VII B SMP Negeri 1 Wagir Kabupaten Malang Dengan Menggunakan Gaya Mengajar Resiprokal

Zainal Abidin Hidayat

Abstrak


ABSTRAK

 

Hidayat, Zainal Abidin. 2013. Upaya Peningkatan  Pembelajaran Tolak Peluru Gaya Menyamping Pada Siswa Kelas VII B SMP Negeri 1 Wagir Kabupaten Malang Dengan Menggunakan Gaya Mengajar Resiprokal. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Tomi, M. Pd., (II) Drs. Mardianto, M. Kes..

 

Kata kunci: peningkatan pembelajaran, tolak peluru gaya menyamping, gaya mengajar resiprokal.

 

Pembelajaran tolak peluru salah satu cabang atletik yang tercantum dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar nomor 1 yang tersedia dalam butir 1.3. dimana pembelajaran tolak peluru gaya menyamping di SMP Negeri 1 Wagir kurang mencapai nilai sempurna terutama pada siswa kelas VII-B. Banyak siswa yang kurang menguasai teknik-teknik tolak peluru gaya menyamping, terbukti dengan hasil observasi awal dengan persentase kesalahan pada saat memegang peluru 29,4%, pada saat awalan 67,7%, saat tolakan peluru 79.4%, pada saat gerak lanjutan 61,8%.

Berdasarkan hasil observasi awal di SMP Negeri 1 Wagir pada pembelajaran pendidikan jasmani materi pokok tolak peluru gaya menyamping, tampak bahwa siswa masih sulit mempelajari gerakan tolak peluru yang diberikan oleh guru Penjasorkes. Dalam pembelajaran tolak peluru juga terdapat kesulitan-kesulitan yang dirasakan oleh siswa yaitu saat melakukan tolakan dan putaran badan sebagian siswa banyak yang melempar peluru.

            Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar tolak peluru gaya menyamping yang menggunakan gaya mengajar resiprokal pada siswa kelas VII B SMP Negeri 1 Wagir. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang melalui dua siklus. Subyek penelitian adalah guru Penjasorkes, observer dan peneliti sendiri. Jumlah siswa yang ada dikelas tersebut sebanyak 34 siswa.

Hasil penelitian menunjukkan:(1) dalam siklus I masih ada siswa yang melakukan kesalahan seperti cara memegang 2 siswa, awalan 8 siswa, saat menolak 7 siswa, akhir 5 siswa. (2) dalam siklus II menunjukkan siswa yang melakukan kesalahan saat melakukan menolak 3 siswa, akhir 1 siswa. Pada siklus II sudah banyak yang memperbaiki kesalahan yang di awal melempar menjadi menolak peluru.

Pemberian metode gaya mengajar resiprokal ini terbukti mampu meningkatkan keterampilan siswa dari siklus ke siklus. Hal ini bisa dilihat dari persentase keberhasilan siswa dalam melakukan gerakan tolak peluru gaya menyamping setelah diberikan tindakan dari siklus 1 dan siklus 2 hasilnya, pada tiap-tiap aspek sudah terjadi peningkatan, dari aspek psikomotor pada teknik memegang tingkat keberhasilan siswa 100% (34 siswa), awalan 100% (34 siswa), saat menolak 91,1% (31 siswa), akhir 97% (33 siswa), peningkatan juga terjadi pada aspek kognitif dengan rata-rata 98,53 dan afektif dengan rata-rata 91,06. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah dengan pemberian gaya mengajar resiprokal dapat meningkatkan pembelajaran tolak peluru gaya menyamping siswa kelas VII-B SMP Negeri 1 Wagir.