SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Upaya Meningkatkan Aktivitas Siswa Kelas IV Dalam Pembelajaran Gerak Dasar Lari Jarak Pendek Melalui Pendekatan Bermain di SDN Songgokerto 03 Batu.

samson teguh prakoso

Abstrak


ABSTRAK

 

Prakoso, Samson Teguh. 2013. Upaya Meningkatkan Aktivitas Siswa Kelas IV Dalam Pembelajaran Gerak Dasar Lari Jarak Pendek Melalui Pendekatan Bermain di SDN Songgokerto 03 Batu. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Setyo Budiwanto, M. Kes, (II) Drs. Mardianto, M. Kes.

 

Kata Kunci: keaktifan siswa, gerak dasar lari, pembelajaran dengan pendekatan bermain

 

Keaktifan siswa dalam pembelajaran merupakan salah satu faktor utama yang harus diterapkan oleh guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan dituntut untuk berkreasi dalam melakukan pembelajaran khususnya dalam pembelajaran lari jarak pendek dengan penambahan atau memodifikasi pembelajaran dengan pendekatan bermain. Metode bermain merupakan salah satu pembelajaran dalam pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan untuk menyiasati agar pembelajaran berjalan menjadi lebih menarik dan menyenangkan.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran lari jarak pendek menggunakan pendekatan bermain di SDN Songgokerto 03 Batu.

Metode penelitian ini adalah rancangan penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan catatan lapangan. Penelitian ini memakai 2 siklus yang setiap siklus terdapat 3 kali pertemuan, maka jumlah keseluruhan pertemuan yang ada dalam penelitian ini terdapat 6 kali pertemuan. Di mana setiap siklus terdiri dari tahap-tahapan yaitu; 1). Perencanaan, 2). Pelaksanaan, 3). Pengamatan (observasi) dan 4). Refleksi.

Dari hasil refleksi siklus 1 yang telah dilaksanakan, masih belum memperoleh hasil keaktifan siswa 90% dan masih ada kekurangan dalam pelaksanaan siklus 1 yang di antaranya: Sebagian siswa masih kurang mengerti arahan yang diberikan oleh guru, masih ada siswa yang tidak memperhatikan guru, siswa tidak melakukan kegiatan berlari dengan pendekatan bermain. Dari kekurangan yang muncul pada pembelajaran lari jarak pendek pada siklus 1, maka dilanjutkan ke siklus berikutnya (siklus 2) agar kekurangan yang muncul dalam pembelajaran lari jarak pendek pada siklus 1 dapat diperbaiki dengan indikator keaktifan siswa mencapai 90%. Hasil penelitian ini menunjukkan keaktifan siswa dalam siklus 1 yang dilanjutkan ke siklus 2 telah mengalami peningkatan dengan mencapai indikator keaktifan 90%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam pembelajaran lari jarak pendek menggunakan pendekatan bermain dapat meningkatkan keaktifan siswa kelas IV SDN Songgokerto 03 Batu.