SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Upaya Meningkatkan Psikomotor Pembelajaran Lompat Jauh Gaya Menggantung Dengan Menggunakan Metode Bermain Lompat Melewati Rintangan Pada Siswa Kelas X Akutansi di SMK NU Bululawang Kabupaten Malang

Misbakhul Munir

Abstrak


ABSTRAK

 

Munir, Misbakhul. 2013. Upaya Meningkatkan Psikomotor Pembelajaran Lompat Jauh Gaya Menggantung Dengan Menggunakan Metode Bermain Lompat Melewati Rintangan Pada Siswa Kelas X Akutansi di SMK NU Bululawang Kabupaten Malang, Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Tomi, M.Pd, (II) Drs. Supriatna, M.Pd.

 

Kata kunci: Peningkatan Psikomotor, Lompat Jauh Gaya Menggantung, Metode Bermain Lompat Melewati Rintangan.

 

            Berdasarkan hasil observasi awal, diperoleh hasil bahwa penguasaan keterampilan lompat jauh gaya menggantung siswa kelas X Akutansi di SMK NU Bululawang Kab Malang dapat dikatakan kurang baik karena dari keempat teknik dasar yang diamati, seperti awalan, tumpuan, saat melayang, dan saat mendarat persentase kesalahan masih banyak terlihat pada teknik awalan sebanyak 52,56%, tumpuan sebanyak 50%, melayang sebanyak 57,69%, dan mendarat sebanyak 66,35%. Oleh karena itu perlu adanya pembaharuan metode penyampaian materi yaitu dengan penerapan metode bermain untuk menghindarkan siswa menjadi bosan dan kurang kreatif dalam menerima pelajaran, agar pembelajaran dapat berhasil dengan baik, maka unsur-unsur bermain harus diperhatikan karena unsur yang terkandung dalam permainan adalah kegembiraan dan keceriaan. Pembelajaran yang penuh dengan suasana keriangan dan kegembiraan dengan berbagai macam variasi gerak memungkinkan anak untuk menikmati seperti layaknya pada olahraga lain.

            Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Akutansi di SMK NU Bululawang Kabupaten Malang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi (pengamatan), dokumentasi, tes keterampilan, catatan lapangan.

            Hasil penelitian ini telah terbukti mampu meningkatkan keterampilan siswa dari siklus ke siklus. Pada siklus I dari teknik awalan yang benar sudah dilakukan dengan persentase keberhasilan sebanyak 67,95%, dari teknik tumpuan yang benar sudah dilakukan dengan persentase keberhasilan 67,95%, dari teknik melayang yang benar sudah dilakukan dengan persentase keberhasilan 62,82%, dari tenik mendarat  yang benar sudah dilakukan persentase keberhasilan 68,26%, Dari hasil tersebut menunjukan peningkatan terhadap penguasaan keterampilan lompat jauh gaya menggantung yang terlihat dari perbandingan hasil pre-test yang dilaksanakan pada saat pra tindakan dengan hasil post-test yang diberikan pada akhir penerapan. Untuk hasil post-test siklus II juga menunjukkan peningkatan penguasaan keterampilan lompat jauh gaya menggantung dengan masing-masing persentase keberhasilan dari teknik awalan yang benar sudah dilakukan dengan persentase keberhasilan sebanyak 93,71%, dari teknik tumpuan yang benar sudah dilakukan dengan persentase keberhasilan 95,11%, dari teknik melayang yang benar sudah dilakukan dengan persentase keberhasilan 83,34%, dari tenik mendarat  yang benar sudah dilakukan persentase keberhasilan 92,4%.

            Kesimpulan penelitian ini, bahwa penggunaan metode bermain lompat melewati rintangan dapat meningkatkan psikomotor (keterampilan) lompat jauh gaya menggantung siswa kelas X Akutansi di SMK NU Bululawang Kabupaten Malang.

Berdasarkan  hasil penelitian ini, peneliti menyarankan bagi guru Pendidikan Jasmani agar dapat menggunakan metode bermain untuk meningkatkan psikomotor (keterampilan) lompat jauh gaya menggantung. Bagi peneliti yang akan melakukan penelitian yang sama, diharapkan dapat mengembangkan lagi permainan-permainan olahraga untuk diterapkan pada pembelajaran pendidikan jasmani.