SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Pembelajaran Senam Aerobik Menggunakan Bola Melalui Video Untuk Mahasiswa Pendidikan Jasmani Dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolaragaan Universitas Negeri Malang

Desy Kumala Sari

Abstrak


ABSTRAK

Kumala, Sari Desy. 2013.Pengembangan Pembelajaran Senam Aerobik Menggunakan Bola Melalui Video Untuk Mahasiswa Pendidikan Jasmani Dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolaragaan Universitas Negeri Malang.Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Oni Bagus Januarto, M. Kes. (II) Dra. Sulistyorini, M.Pd,

Kata Kunci: pengembangan, pembelajaran, kurikulum, senam, senamaerobik menggunakan bola, media, video (audio visual)

Berdasarkan observasi yang dilakukan di Fakultas Ilmu Keolahragaan pada kegiatan perkuliahan Kepelatihan Kebugaran Jasmanikhususnya pembelajaran senam aerobik, kegiatan pembelajaran senam aerobik yang diajarkan di Fakultas Ilmu Keolahragaan sudah bervariasi, tetapi jarang sekali adanya pembelajaran senam aerobik menggunakan alat. Penggunaan media pembelajaran pendidikan jasmani berupa tape recorder, VCD player akan sangat bermanfaat pada pembelajaran senam aerobik. Berdasarkan data analisis kebutuhan tentang kesetujuan akan adanya  senam aerobik menggunakan alat, dari 30 mahasiswa diperoleh hasil 25mahasiswa  menjawab perlu dan 5mahasiswa menjawab tidak perlu. Pertanyaan tentang alat apa yang tepat untuk digunakan memperoleh hasil, 26 mahasiswa menjawab bola, 1 mahasiswa menjawab bangku dan 3 mahasiswa menjawab tongkat.

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pembelajaran senam aerobik menggunakan bola melalui video untuk mahasiswa Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan model pengembangan dari Borg and Gall (1983:775), langkah-langkah tersebut adalah: (1) melakukan Analisis produk yang akan dikembangkan (2) mengembangkan produk awal (3) validasi ahli (4) uji coba kelompok kecil (5) revisi produk (6) uji coba kelompok besar (7) revisi produk berdasarkan uji coba lapangan.

Dari data hasil validasi senam aerobik diperoleh 83,57% maka produk pengembangan ini dapat dinyatakan layak untuk digunakan. Dari hasil uji coba (kelompok kecil) dengan menggunakan 8 mahasiswa diperoleh persentase 83,54% dan pada uji lapangan (kelompok besar) dengan menggunakan 40 mahasiswa diperoleh persentase sebesar 81,83% sehingga produk pengembangan pembelajaran senam aerobik ini dapat dinyatakan layak dan dapat digunakan.

Berdasarkan hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa penelitian pengembanagn ini sangat cocok diajarkan kepada mahasiswa, karena dengan model pembelajaran yang baru dan bervariasi mahasiswa merasa lebih tertantang dan  tertarik  untuk mempraktikan senam aerobik. Dalam suatu penelitian pengembangan tentunya ada kekurangan dari produk yang dihasilkan, maka dari itu saran bagi pengembangan ini adalah perlu adanya variasi yang lebih banyak pada bagian latihan inti dan latihan pembentukan.