SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Upaya meningkatkan Efektifitas Pembelajaran Lari Sprint Melalui Pendekatan Bermain Pada Siswa Kelas X EI-2 SMK Negeri 2 Singosari Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2012/2013

indra cahya widodo

Abstrak


ABSTRAK

 

Widodo, Indra Cahya. 2013. Upaya Meningkatkan Efektifitas Pembelajaran Lari Sprint Melalui Pendekatan Bermain Pada Kelas X EI-2 SMK Negeri 2 Singosari Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2012/2013. Skripsi, Jurusan Pendidikan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sri Purnami, M.Pd, (II) Drs. Supriatna, M.Pd.

 

Kata Kunci: pendekatan bermain, lari sprint

Berdasarkan observasi awal yang dilakukan taggal 16 November 2012 di SMK Negeri 2 Singosari Kabupaten Malang, pembelajaran lari sprint sangat membosankan dan siswa kurang antusias dalam melakukan pembelajaran tersebut, guru Penjasorkes hanya memberikan pemanasan, materi, lalu mempraktekkannya dan penilaian. Siswa tidak ada motivasi untuk mengikuti pembelajaran lari sehingga prestasi lari kurang baik, hal ini dibuktikan dari hasil observasi pada tes lari kesalahan pada sikap pandangan mencapai 67,7%, kesalahan pada posisi tangan 82,3%, kesalahan pada posisi badan 61,8%, dan kesalahan pada posisi kaki adalah 88,2%.

 Penelitian ini bertujuan untuk menemukan jalan keluar dari permasalahan tersebut yaitu memberikan variasi baru dalam pembelajaran dengan pendekatan bermain. Seolah-olah bermain tetapi di dalamnya mengandung aktivitas lari. Tujuan pendekatan ini untuk meningkatkan antusias mengikuti pembelajaran serta meningkatkan hasil belajar dalam lari sprint sehingga pembelajaran bisa tercapai sebagaimana sesuai dengan kurikulum yang ada.

Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas X EI-2 SMK Negeri 2 Singosari Kabupaten Malang yang berjumlah 34 orang yang terdiri dari 31 putra dan 3 putri. Penelitian yang dilaksanakan di kelas X EI-2 SMK Negeri 2 Singosari termasuk penelitian tindakan kelas. Langkah-langkah yang dilakukan peneliti diantaranya melakukan pengumpulan data, penafsiran dari data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Demikian juga pemahaman akan kesimpulan penelitian akan lebih baik apabila juga disertai dengan tabel, grafik, bagan, gambar, atau tampilan lainnya.

Penelitian ini terdiri dari 2 siklus setiap siklus terdapat tiga kali pertemuan. Pada siklus I keterampilan siswa dalam melakukan teknik berlari lari sprint sudah mengalami peningkatan dari hasil observasi awal bahkan setiap pertemuan mengalami peningkatan secara terus menerus. Pada siklus I pertemuan Pertama pada posisi pandangan sikap yang dilakukan dengan benar oleh siswa mengalami peningkatan dari 32,3% menjadi 58,8%, pada posisi tangan meningkat dari 17,7% menjadi 26,5%, pada posisi badan meningkat dari 38,2% menjadi 47,1%, sedangkan pada posisi kaki meningkat dari 11,8% menjadi 20,6%. Pada siklus I pertemuan kedua posisi pandangan meningkat dari 58,8% menjadi 64,7%, pada posisi tangan meningkat dari 26,5% menjadi 32,4%, pada posisi badan meningkat dari 47,1% menjadi 52,9%. Sedangkan pada posisi kaki meningkat dari 20,6% menjadi 26,5%. Pada siklus I pertemuan ketiga posisi pandangan meningkat dari 64,7% menjadi 76,5%, pada posisi tangan meningkat dari 32,4% menjadi 44,1%, pada posisi badan meningkat dari 52,9% menjadi 67,6%. Sedangkan pada posisi kaki meningkat dari 26,5% menjadi 38,2%. Pada siklus II pertemuan pertama posisi pandangan meningkat dari 76,5% menjadi 85,3%, pada posisi tangan meningkat dari 44,1% menjadi 55,9%, pada posisi badan meningkat dari 67,6% menjadi 79,4%, pada posisi kaki meningkat dari 38,2% menjadi 52,9%. Pada siklus II pertemuan kedua posisi pandangan meningkat dari 85,3% menjadi 91,2%, pada posisi tangan meningkat dari 55,9% menjadi 70,6%, pada posisi badan meningkat dari 79,4% menjadi 88,2%, pada posisi kaki meningkat dari 52,9% menjadi 67,6%. Begitu juga dengan siklus II pertemuan ketiga pada posisi pandangan sikap yang dilakukan dengan benar oleh siswa mengalami peningkatan dari 91,2% menjadi 94,1%, pada posisi tangan meningkat dari 70,6% menjadi 82,4%, pada posisi badan meningkat dari 88,2% menjadi 91,2%, sedangkan pada posisi kaki meningkat dari 67,6% menjadi 76,5%.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa pendekatan bermain dapat meningkatkan efektifitas pembelajaran lari sprint di kelas X EI-2 SMK Negeri 2 Singosari Kabupaten Malang. Hal ini terbukti dari hasil penelitian pembelajaran diselingi pendekatan bermain pembelajarannya selalu meningkat. Sehingga permainan pembelajaran lari sprint ini lebih menarik dan efektif dalam pembelajarannya, serta subjek penelitian diharapkan lebih luas, tidak hanya di SMK negeri 2 Singosari kabupaten Malang tapi juga di sekolah-sekolah lain.