SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbandingan Pengaruh Latihan Push-up dan Pull-up Terhadap Kecepatan Sprint Arung Jeram 50 Meter di Noars Rafting Team Probolinggo

Rio Trendy Oktaringga

Abstrak


ABSTRAK

 

Oktaringga, Rio Trendy. 2013. Perbandingan Pengaruh Latihan Push-up dan Pull-up Terhadap Kecepatan Sprint Arung Jeram 50 Meter di Noars Rafting Team Probolinggo. Skripsi, Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Program Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Asim, M.Pd dan (II) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd.

 

Kata Kunci: Latihan push-up dan pull-up, sprint arung jeram

 

Kemampuan berarung jeram termasuk kemampuan khusus. Sampai sejauh ini sumber daya manusia yang mampu dan menguasai teknis berarung jeram masih bisa dihitung sedangkan referensi buku sebagai bahan belajar pun tergolong minim, sehingga diperlukan adanya pelatihan-pelatihan khusus untuk menguasai kemampuan berarung jeram. Dalam segi prestasi arung jeram Indonesia masih biasa-biasa saja alias masih jago kandang. Untuk meningkatkan prestasi dan memperbaiki kualitas dibidang ini perlu adanya usaha dari penggiat arung jeram demi terciptanya prestasi dibidang ini. Maka disusunlah program latihan untuk membandingkan keefektifan program latihan push-up dan pull-up untuk meningkatkan kecepatan sprint arung jeram.

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Subjek penelitian ini adalah pendayung Noars Rafting Team yang berjumlah 30 orang, kemudian subjek dibagi menjadi dua kelompok dengan cara matching berdasarkan pretest sprint arung jeram 50 meter. Kelompok pertama ditugaskan untuk melakukan latihan push-up dan kelompok kedua ditugaskan untuk melakukan latihan pull-up. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah stopwatch untuk mengukur kecepatan sprint arum jeram 50 meter.

Dari hasil penghitungan pretest dan posttest kecepatan sprint arung jeram 50 meter kelompok push-up maupun pull-up sama-sama diperoleh nilai Sig < 0,05. Atas dasar temuan tersebut hipotesis alternatif (Ha) diterima, yang menyatakan terdapat perbedaan kecepatan sprint arung jeram 50 meter antara pretest dan posttest kelompok push-up maupun pull-up pada taraf signifikansi α = 0,05, selanjutnya perhitungan posttest kelompok push-up dan pull-up diperoleh nilai Sig < 0,05. Atas dasar temuan tersebut hipotesis alternatif (Ha) diterima, yang menyatakan terdapat perbedaan kecepatan sprint arung jeram 50 meter antara posttest kelompok push-up dan pull-up pada taraf signifikansi α = 0,05, dengan nilai rata-rata kecepatan sprint 122 detik untuk kelompok push-up dan 116 detik untuk kelompok pull-up. Atas dasar temuan tersebut dapat disimpulkan latihan pull-up memiliki pengaruh yang lebih baik dibandingkan dengan latihan push-up.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan pada penggiat arung jeram bahwa untuk dapat meningkatkan kecepatan sprint arung jeram dapat menggunakan latihan push-up sebagai variasi latihan saja, sedangkan untuk inti dari latihan sebaiknya menggunakan latihan pull-up yang mempunyai pengaruh lebih baik terhadap kecepatan sprint arung jeram.