SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

upaya peningkatan keterampilan tolak peluru gaya menyamping menggunakan model-model bermain untuk kelas X kayu 2 SMK Negeri 5 kota malang

Audia Prasofia

Abstrak


ABSTRAK

 

Prasofia, Audia. 2013. Upaya Peningkatan Keterampilan Tolak Peluru Gaya Menyamping Menggunakan Model-model Bermain Untuk Kelas X Kayu 2 SMKN 5 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. M.E Winarno, M.Pd (II) dr. Moch. Yunus, M.Kes.

 

Kata kunci: Keterampilan, Pembelajaran , Tolak Peluru , Model Bermain.

 

Tolak peluru merupakan salah satu materi atletik yang yang terdapat dalam standart kompetensi Sekolah Menengah Atas/ Kejuruan Kelas X. Salah satu kompetensi dasarnya yaitu mempraktikkan teknik atletik dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, percaya diri. Tolak mempunyai arti dorongan atau menolak cara melakukannya tidak dilempar seperti lempar cakram maupun lembing, namun didorong dengan menggunakan kekuatan lengan ke atas depan. Berdasarkan hasil observasi awal, diperoleh hasil bahwa siswa kurang terampil dalam mempraktikan teknik tolak peluru gaya menyamping dikarenakan media pembelajaran yang terbatas dan pembelajaran yang monoton tanpa diselingi dengan kegiatan yang menarik sehingga siswa kurang tertarik dalam pembelajaran tolak peluru, kebanyakan siswa melakukan kesalahan pada saat teknik menolak kebanyakan siswa melempar peluru tersebut bukan di tolakkan. Jumlah siswa kelas X Kayu 2 adalah 27 siswa yang keseluruhannya adalah laki-laki. Agar pembelajaran dapat berhasil dengan baik, maka unsur-unsur bermain harus diperhatikan karena unsur yang terkandung dalam permainan adalah kesenangan dan keceriaan.

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan keterampilan tolak peluru gaya menyamping pada siswa kelas X Kayu 2 SMK Negeri 5 Malang.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kualitatif-kuantitatif. Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Kayu 2 SMKN 5 Malang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi (pengamatan), dokumentasi, tes.

Hasil siklus pertama didapat hasil bahwa jumlah siswa yang tidak dapat melakukan gerakan menolak dengan baik dan tidak dapat melewati nilai ketuntasan minimal yaitu 78, Dari aspek sikap tangan 6 siswa atau 22,22% siswa yang masih melakukan gerakan salah yaitu yaitu jari-jari belum menggenggam dan posisi peluru belum diletakkan menempel pada leher, Dari aspek sikap badan 7 siswa atau 25,93% siswa yang masih melakukan gerakan yang salah yaitu berat badan belum diterima kaki kanan, Dari aspek sikap badan saat awalan 4 siswa atau 14,81% siswa yang masih melakukan gerakan yang salah yaitu sikap badan saat awalan kaki kanan tidak ditekuk pada saat mendarat dan badan tidak membungkuk, Dari aspek tolakan 10 siswa atau 37,04% siswa yang masih melakukan gerakan yang salah yaitu peluru dilepaskan dengan cara dilempar bukan di tolakan, Dari aspek sikap akhir 9 siswa atau 33,33% siswa yang masih melakukan gerakan yang salah yaitu  tidak dapat menjaga keseimbangan dan kaki kanan tidak dilangkahkan ke depan.

Pada siklus 2 sudah  terlihat peningkatan yang cukup baik dibandingkan dengan siklus I, Dari aspek sikap tangan 100% siswa sudah melakukan sikap tangan yang benar yaitu jari-jari menggenggam dan posisi peluru diletakkan menempel pada leher. Dari aspek sikap badan 7,41% atau 2 siswa yang masih melakukan gerakan yang salah dan 92,59% siswa sudah melakukan sikap badan yang benar yaitu berat badan sudah diterima kaki kanan. Dari aspek sikap badan saat awalan 3,7% atau 1 siswa yang masih melakukan gerakan yang salah dan 96,30% siswa sudah benar dalam sikap badan saat awalan yaitu kaki kanan menekuk pada saat mendarat dan badan membungkuk. Dari aspek tolakan 3,7% atau 1 siswa yang masih melakukan gerakan yang salah dan 96,30% siswa yang sudah benar dalam tolakan yaitu peluru tidak dilepaskan dengan cara dilempar, tetapi dengan didorong dengan kekuatan lengan. Dari aspek sikap akhir 0% siswa yang masih melakukan gerakan yang salah dan 100% siswa yang sudah benar dalam sikap akhir yaitu dapat menjaga keseimbangan.

Pada siklus 2 ini sudah tidak ada siswa yang terlambat, siswa yang menyimpang menjadi lebih disiplin, siswa melakukan proses belajar dengan baik, dan siswa sudah menguasai keterampilan menolak dengan baik dan benar.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keterampilan tolak peluru gaya menyamping dengan menggunakan permainan modifikasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X kayu 2 SMK Negeri 5 Malang.

Pembelajaran tolak peluru gaya menyamping akan lebih mudah dikuasai siswa apabila diajarkan dengan menggunakan modifikasi permainan, antara lain permainan menolak peluru modifikasi, permainan menolak sasaran bagian 1, permaina menolak berurutan, permainan menolak melewati net, permainan menolak ke sasaran bagian 2, dan permainan menolak ke sasaran secara berkelompok.