SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Latihan Permainan Gobak Sodor Terhadap Peningkatan Kelincahan Siswa Tuna Rungu Di Sekolah Dasar Luar Biasa Negeri (SDLBN) Kedungkandang Kota Malang

Septian Hermawan Putranto

Abstrak


ABSTRAK

 

Hermawan Putranto, Septian. 2012. Pengaruh Latihan Permainan Gobak Sodor Terhadap Peningkatan Kelincahan Siswa Tuna Rungu Di Sekolah Dasar Luar Biasa Negeri (SDLBN) Kedungkandang Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Oni Bagus Januarto, M. Kes (II) Dr. Asim. M. Pd

Kata kunci: Tuna Rungu, Latihan Permainan Gobak Sodor, Kelincahan.

Gangguan pendengaran merupakan hambatan yang sangat berarti untuk melakukan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari termasuk dalam mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani. Salah satu dari faktor gangguan pendengaran tersebut adalah kelincahan. Kelincahan merupakan bagian dari tujuan pendidikan jasmani yang perlu dilatih untuk ditingkatkan kemampuanya. Hal ini mengingat kelincahan mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengkoordinasi gerakan-gerakan.

Dalam upaya meningkatkan kelincahan tidak sedikit masalah yang dihadapi oleh guru olahraga siswa tuna rungu. Dikarenakan anak tuna rungu cenderung  melakukan aktivitasnya sendiri tanpa tujuan yang guru harapkan. Siswa merasa pelajaran pendidikan jasmani melelahkan, tegang dan membosankan, sehingga menyebabkan malas untuk berolahraga. Pada siswa tuna rungu, faktor kelincahan sangatlah kurang. Salah satu alternatif pendekatan yang digunakan adalah dengan memakai metode permainan seperti membentuk permainan tradisional yang dirancang oleh guru untuk mengarahkan siswa lebih kreatif bergerak dan menarik agar siswa itu berkeinginan dari dalam dirinya untuk mengikuti olahraga dengan merasa senang tanpa merasa terpaksa oleh gurunya. Melalui permainan gobak sodor bila kita analisa dari pelaksanaan permainan dan gerakan pemain, mencantumkan unsur-unsur kondisi fisik yang dapat ditingkatkan melalui permainan gobak sodor adalah (1) Endurance atau daya tahan, (2) Speed atau kecepatan, (3) Agility atau kelincahan (4) Flexibility atau kelentukan , (5) Kecepatan reaksi, (6) Balance atau keseimbangan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kelincahan. Penelitian ini menggunakan penelitian pra-experimental dengan rancangan one group Pretest-posttest design. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober-November 2011. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa Tuna rungu di Sekolah Dasar Luar Biasa Negeri Kedungkandang Kota Malang yang berjumlah 16 siswa.

 Penelitian ini menggunakan teknik analisis data Uji t- amatan ulangan. Berdasarkan hasil penghitungan terhadap hasil tes lari bolak balik (uji signifikansi) diperoleh t hitung(1 - 0,05) 5,47 detik  yang memiliki nilai lebih besar dari t tabel(1-0,05) sebesar 2,13 (t hitung (0,95) = 5,47 >

t tabel (0.95) = 2,13) dengan derajat kebebasan = 16 – 1 = 15. Karena t hitung lebih besar dari t tabel pada taraf signifikan 0,05% atau taraf kepercayaan 0.95% yang tercatat sebesar 2,13 menunjukan bahwa t- hitung masih lebih besar dari t-tabel. Dengan demikian perhitungan uji-t adalah sangat signifikan maka H0 ditolak dan H1 diterima.

Kesimpulannya, terdapat pengaruh yang signifikan antara hasil tes lari bolak balik sebelum dengan sesudah perlakuan latihan permainan gobak sodor. Dengan kata lain, latihan permainana gobak sodor dapat meningkatkan kelincahan pada siswa tuna rungu di SDLBN Kedungkandang Kota Malang. Bedasarkan hasil penelitian, dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut misalnya mengurangi keterbatasan penelitian seperti, perlu diadakannya penelitian yang serupa dengan tambahan pemberian latihan permainan tradisional lainnya didalam perlakuan yang dilakukan. Selain itu, juga dapat disarankan untuk melakukan penelitian yang serupa dengan subjek penelitian yang berbeda.