SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGKAJIAN SPORT DEVELOPMENT INDEX (SDI) DI KECAMATAN TEGALOMBO KABUPATEN PACITAN TAHUN 2012

Tinton Yospion

Abstrak


ABSTRAK

 

Bakharuddin, Akhmad Rosyid. 2012. Studi Komparatif Tingkat Kesegaran Jasmani Siswa SD Usia 10-12 Tahun yang Tinggal di Daerah Pesisir Pantai, Dataran Rendah dan Dataran Tinggi di Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Asim, M.Pd. (II) Drs. Lokananta Teguh H.W, M.Kes.

 

Kata Kunci: Tingkat kesegaran Jasmani Siswa Usia 10-12 Tahun yang Tinggal di Daerah Pesisir Pantai, Dataran Rendah dan Dataran Tinggi.

Dalam pendidikan jasmani tingkat kesegaran jasmani merupakan salah satu unsur yang penting. Tingkat kesegaran jasmani seseorang bisa diamati dari faktor lingkungan atau tempat tinggal diantaranya adalah daerah pesisir pantai, dataran rendah, dan dataran tinggi. Pendidikan jasmani di sekolah merupakan salah satu bentuk pembinaan kesegaran jasmani bagi anak-anak dan remaja. Anak-anak yang mempunyai kesegaran jasmani yang baik membantu penampilan fisik, Berkaitan dengan masalah tingkat kesegaran jasmani terutama pada siswa usia 10-12 tahun pada dasarnya kemampuan yang dimiliki setiap anak itu berbeda-beda. Begitu pula anak yang tingal di daerah pesisir pantai, dataran rendah dan anak yang di dataran tinggi juga memiliki tingkat kesegaran jasamani berbeda yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tempat tinggal bermain maupun kondisi alam yang ada.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaaan tingkat kesegaran jasmani pada siswa usia 10-12 tahun yang tinggal di daerah pesisir pantai, dataran rendah dan dataran tinggi di Kabupaten Pasuruan.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian survei. Penelitian survei adalah penelitian terhadap beberapa kelompok siswa dalam waktu yang relatif singkat. Yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kelompok siswa usia 10-12 tahun yang dijadikan sampel mewakili kelompok anak usia 10-12 tahun, dan penelitian ini dilakukan pada waktu yang sama dengan satu kali tes tidak ada tes kelanjutan.

Dari hasil output SPSS di pesisir pantai, dataran rendah, dan di dataran tinggi, Tabel  ANOVA menunjukkan  nilai sig (0,00) < 0,05, maka H0 ditolak, yang berarti terdapat perbedaan tingkat kesegaran jasmani pada siswa usia 10-12 tahun yang tinggal di daerah pesisir pantai, dataran rendah dan di dataran tinggi.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah nilai signifikansi kurang dari α=0,05, artinya H0 ditolak. Jadi terdapat perbedaan tingkat kesegaran jasmani pada siswa usia 10-12 tahun di daerah pesisir pantai dataran rendah dan dataran tinggi. Diharapkan kepada guru pendidikan jasmani di pesisir pantai agar supaya banyak diadakan kegiatan-kegiatan yang mendukung untuk bisa meningkatkan tingkat kesegaran jasmani pada siswa. Bagi guru pendidikan jasmani di dataran rendah diharapkan untuk lebih bisa meningkatkan tingkat kesegaran jasmani yang telah dimiliki siswa . Bagi guru pendidikan jasmani di dataran tinggi diharapkan disarankan untuk lebih memberikan motivasi kepada siswa untuk selalu menjaga dan meningkatkan aktivitas fisik yang bisa meningkatkan kesegaran jasmani siswa.