SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Model latihan karate teknik dasar karate Kyu 10 menggunakan VCD untuk karateka INKANAS Blitar

saifud rizki fauzi

Abstrak


ABSTRAK

 

Fauzi, Saifud Rizki. 2012. Pengembangan Model latihan karate teknik dasar karate Kyu 10 menggunakan VCD untuk karateka INKANAS Blitar. Skripsi, Jurusan  Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eko Hariyanto, M. Pd., (II) Drs. Heru Widijoto, M.S.

 

Kata kunci : pengembangan, model latihan, karate, teknik dasar Kyu 10, menggunakan VCD.

Karateka Kyu 10 (pemula) berlatih 3 kali seminggu, untuk menguasai teknik dasar kyu 10 karateka pemula INKANAS Blitar memerlukan waktu 6 bulan sampai 1,5 tahun. Pelatih belum pernah memberikan materi Teknik dasar kyu 10 dengan menggunakan VCD, untuk itu perlu adanya pengembangan model latihan teknik dasar Kyu 10 dengan menggunakan VCD.

Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk mengembangkan model latihan tehnik dasar karate kyu 10 menggunakan VCD untuk karateka INKANAS Blitar. Dengan adanya pengembangan VCD model latihan ini diharapkan dapat mempermudah karateka tingkat kyu 10  dalam memahami dan mempraktekkan teknik dasar karate kyu 10, serta dapat digunakan sebagai alternatif model latihan yang nantinya dapat bermanfaat bagi karateka Kyu 10 (pemula) serta pelatih INKANAS Blitar.

Pengembangan model latihan “karate teknik dasar kyu10” ini mengacu pada model pengembangan dari Borg dan Gall. Langkah-langkah yang dilakukan antara lain; (1) analisis kebutuhan (need assesment), (2) perencanaan berupa penyusunan rencana pengembangan permainan, (3) rancangan produk permainan dievaluasi oleh para ahli, (4) melakukan uji coba kelompok kecil, (5) merevisi hasil uji coba, (6) melakukan uji lapangan kelompok besar, dan (7) penyempurnaan produk hasil uji lapangan. Instrumen yang digunakan adalah berupa wawancara, observasi dan kuesioner untuk para ahli, subyek uji coba kelompok kecil dan uji lapangan (kelompok besar). Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif persentase.

Pengembangan permainan ini dikembangkan melalui saran dan evaluasi para ahli, yaitu satu ahli karate, satu orang ahli model latihan, dan satu orang ahli media. Hasil dari uji coba kelompok kecil adalah baik sehingga dapat dilanjutkan untuk uji lapangan (kelompok besar). Pada uji lapangan (kelompok besar) secara keseluruhan mendapatkan hasil baik.

Setelah melakukan penyempurnaan produk maka model latihan ini dapat dijadikan salah satu alternatif model latihan karate teknik dasar kyu 10 untuk karateka Pemula INKANAS Blitar. Untuk pengembangan lebih lanjut disarankan perlu adanya kajian untuk mengetahui keefektifan model latihan karate teknik dasar Kyu10 menggunakan VCD.