SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Model Latihan Teknik Dasar Kumite untuk Peserta Pemula pada Ekstrakurikuler Karate Funakoshi di SMP Negeri 1 Jatirejo Kabupaten Mojokerto

TAUFIK BAYU MULYONO

Abstrak


Berdasarkan penyebaran angket analisis kebutuhan yang dilakukan oleh peneliti untuk pelatih dan peserta pemula ekstrakurikuler karate Funakoshi, didapatkan hasil sebagai berikut: (1) belum ada variasi model latihan teknik dasar kumite yang diberikan, (2) sangat diperlukan pengembangan model latihan teknik dasar kumite. (3) sebanyak 76,67% peserta menyatakan model-model latihan teknik dasar kumite selama ini kurang bervariasi, (4) sebanyak 73,33% peserta menyatakan membutuhkan variasi latihan teknik dasar kumite yang baru dan menyenangkan. Oleh karena itu peneliti akan mengembangkan model latihan teknik dasar kumite untuk peserta pemula pada ekstrakurikuler karate Funakoshi.

Peneliti memodifikasi model pengembangan Borg dan Gall menjadi  lebih sederhana, yaitu: (1) melakukan penelitian dan pengumpulan data informasi dengan memberikan instrumen analisis kebutuhan kepada pelatih dan peserta ekstrakurikuler karate Funakoshi; (2) pembuatan rancangan produk awal model latihan teknik dasar kumite untuk peserta pemula pada ekstrakurikuler karate Funakoshi; (3) evaluasi para ahli dengan kualifikasi yaitu, 2 ahli karate dan 1 ahli kepelatihan; (4) revisi produk pertama; (5) uji coba kelompok kecil; (6) revisi produk kedua; (7) uji coba lapangan (kelompok besar) dengan mengujicobakan hasil revisi produk kedua; (8) revisi produk akhir (apabila ada masukan atau saran dari dan uji coba lapangan); (9) hasil akhir produk pengembangan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif.

Berdasarkan hasil tinjauan para ahli, terdapat beberapa revisi terhadap rancangan produk yang telah dikembangkan, yaitu: (1) Hasil evaluasi ahli karate 1 dan 2 adalah memperbanyak gerakan pemanasan, (2) Perlu menambah kombinasi model latihan per teknik menyerang dan bertahan, (3) Perlu menambah variasi latihan menggunakan media seperti sansak/semacamnya, (4) Perlu menambah variasi latihan kekuatan dan ketepatan sasaran gerakan, (5) Perlu menambah variasi kombinasi gerakan, (6) Hasil evaluasi ahli kepelatihan adalah perlu menambah model latihan tiap teknik dasar, (7) Perlu menambah pemanasan untuk meningkatkan denyut jantung sampai lebih dari 120 denyut jantung/menit.

Hasil persentase uji coba kelompok kecil adalah 82,04% dan hasil persentase uji coba kelompok besar adalah 89,84%. Hasil persentase tersebut menyatakan bahwa produk ini dapat digunakan untuk peserta pemula pada ekstrakurikuler karate  Funakoshi di SMP Negeri 1 Jatirejo Kabupaten Mojokerto. Karena penelitian ini hanya terbatas pengembangan produk, diharapkan ada penelitian selanjutnya yang menguji tingkat efektivitas produk yang telah dikembangkan ini.