SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Keterampilan Lompat Jauh Gaya Menggantung Siswa Kelas VII H SMP Negeri 3 Ngunut Kabupaten Tulungagung Menggunakan Model Bermain

RUDI ERMAWAN

Abstrak


ABSTRAK

 

Ermawan, Rudi. 2012. Peningkatan Keterampilan Lompat Jauh Gaya Menggantung Siswa Kelas VII H SMP Negeri 3 Ngunut Kabupaten Tulungagung Menggunakan Model Bermain. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Mardianto, M.Kes, (2) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd.

 

Kata Kunci: peningkatan, keterampilan, lompat jauh, gaya menggantung, model bermain

Lompat jauh adalah keterampilan gerak berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya dengan satu kali tolakan ke depan sejauh mungkin. Lompat jauh merupakan salah satu materi atletik yang terdapat dalam standart kompetensi Sekolah Menengah Pertama Kelas VII. Salah satu kompetensi dasarnya yaitu mempraktikkan teknik dasar perorangan lanjutan atletik (lompat jauh gaya menggantung), serta nilai disiplin, semangat, sportifitas, percaya diri, kejujuran, bersedia berbagi tempat dan peralatan. Berdasarkan hasil observasi awal, diperoleh hasil bahwa Jumlah siswa kelas VII H SMP Negeri 3 Ngunut adalah 32 siswa, 18 diantaranya laki-laki dan 14 siswa perempuan, dari hasil observasi yang telah diperoleh 22 siswa mengalami kesulitan karena beberapa sebab seperti, perasaan tegang, perasaan takut, kurang konsentrasi, dan kurang mengetahui teknik. Oleh karena itu perlu adanya pembaharuan model penyampaian materi yaitu dengan penerapan model bermain untuk menghindarkan siswa menjadi bosan dan kurang kreatif dalam menenerima pelajaran, agar pembelajaran dapat berhasil dengan baik, maka unsur-unsur bermain harus diperhatikan karena unsur yang terkandung dalam permainan adalah kegembiraan dan keceriaan.

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan keterampilan teknik dasar lompat jauh gaya menggantung siswa kelas VII H SMP Negeri 3 Ngunut.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII H SMP Negeri 3 Ngunut. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi (pengamatan), dokumentasi, dan  tes.

Hasil penelitian ini telah terbukti mampu meningkatkan keterampilan siswa dari siklus ke siklus. Pada siklus I siswa yang pada awalnya 22 siswa yang belum memenuhi standart ketuntasan minimal yaitu 75 berkurang menjadi 13 siswa yang belum memenuhi standart ketuntasan minimal. Dari hasil tersebut menunjukan peningkatan terhadap penguasaan keterampilan lompat jauh gaya menggantung yang terlihat dari perbandingan hasil pre-test yang dilaksanakan pada saat pra tindakan dengan hasil post-test yang diberikan pada akhir penerapan. Untuk hasil post-test siklus II juga menunjukkan peningkatan penguasaan keterampilan lompat jauh gaya menggantung. Dari 13 siswa yang belum memenuhi standart ketuntasan minimal yaitu 75 pada siklus 2 ini hanya tinggal 2 siswa saja yang belum memenuhi standart ketuntasan minimal. Selain hal tersebut diperoleh hasil persentasi keberhasilan sebagai berikut dari aspek awalan: berlari pelan kemudian tambah kecepatan dan rubah posisi lari menjadi lebih tegak sebelum menginjak balok tumpuan sudah dilakukan sebanyak 31 siswa dengan persentase 96,9%, tolakan: ayunkan kaki ayun secara cepat ke posisi horizontal dan pertahankan, dengan sudut tolakan kurang lebih 45 derajat sudah dilakukan sebanyak 29 siswa dengan persentase 90,6%, tolakan: Titik berat badan harus terletak agak ke depan, dan gerakkan kaki ayun kea rah depan atas, sudah dilakukan sebanyak 29 siswa dengan persentase 90,6%, gerakan melayang: bersamaan dengan melakukan tolakan, kaki diayun ke depan ke arah atas sudah dilakukan sebanyak 27 siswa dengan persentase 84,4%, gerakan melayang: Pada saat posisi mlayang kaki diturunkan dan bersamaan itu pinggang di dorong ke depan, kepala ditengadahkan sedikit ke atas, dada dibusungkan, dan kedua tangan ke atas ke arah belakang sudah dilakukan sebanyak 27 siswa dengan persentase 84,4%, gerakan melayang: Pada saat akan mendarat, kedua kaki menggantung diayunkan ke depan, badan dibungkukkan dan kepala ditundukkan siap untuk mendarat sudah dilakukan sebanyak 25 siswa dengan persentase 78,1%, saat mendarat: kepala harus ditundukkan ke depan sudah dilakukan sebanyak 28 siswa dengan persentase 87,5%, saat mendarat: kedua lengan diayunkan ke depan sudah dilakukan sebanyak 28 siswa dengan persentase 87,5%, saat mendarat: badan harus dibungkukkan ke depan sudah dilakukan sebanyak 28 siswa dengan persentase 87,5%, dan saat mendarat: Daratkan kedua kaki secara bersama, dengan bagian tumit terlebih dahulu mengenai pasir, sudah dilakukan sebanyak 30 siswa dengan persentase 93,8%. Selain hasil persentasi mengenai teknik dasar lompat jauh gaya menggantung, diperoleh pula hasil dari pengamatan sikap siswa pada saat proses pembelajaran, pada siklus 1 siswa yang terlambat tidak ditegur oleh guru, siswa yang menyimpang tidak segera ditegur oleh guru, dan siswa tidak memperhatikan penjelasan guru saat guru menjelaskan. Namun pada siklus 2 sudah  terlihat peningkatan yang cukup baik dibandingkan dengan siklus I, pada siklus 2 ini guru sudah tegas dalam menegur siswa, siswa yang menyimpang menjadi lebih disiplin, siswa melakukan proses belajar dengan baik, dan siswa sudah menguasai keterampilan lompat jauh gaya menggantung dengan baik dan benar. Walaupun pada post-test siklus II masih terdapat siswa yang belum tuntas, ini adalah wajar karena cukup sulit untuk mencapai taraf keberhasilan 100% siswa tuntas semua.

Peneliti menyarankan bagi guru bermanfaat untuk memperkaya pengetahuan dan model pembelajaran lompat jauh gaya menggantung yang sudah diperbaiki, bagi siswa digunakan sebagai pedoman belajar, bagi sekolah dapat digunakan sebagai tolok ukur untuk keberhasilan pembelajan Pendidikan Jasmani dan bagi peneliti dapat digunakan sebagai sumber referensi bagi mahasiswa yang melakukan penelitian.yang berkaitan dengan materi pada skripsi ini.