SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

STUDI KOMPARATIF PERKEMBANGAN KECEPATAN LARI DAN KELINCAHAN ANAK USIA 7-9 TAHUN YANG TINGGAL DI DAERAH PADAT PENDUDUK DAN DAERAH JARANG PENDUDUK DI MALANG RAYA

BARNES ALFAN TANJIHAN

Abstrak


ABSTRAK

 

Tanjihan, Barnes Alfan. 2012. Studi Komparatif Perkembangan Kecepatan Lari dan Kelincahan Anak Usia 7-9 Tahun yang Tinggal di Daerah Padat Penduduk dan Daerah Jarang Penduduk di Malang Raya. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Asim, M. Pd. (II) Dra. Sulistyorini, M. Pd.

 

Kata Kunci:   Perkembangan, Kecepatan Lari, Kelincahan, Daerah Padat Penduduk, Daerah Jarang Penduduk.

 

             

            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat perkembangan kecepatan lari dan kelincahan anak usia 7-9 tahun yang tinggal di daerah padat penduduk dan daerah jarang penduduk di Malang Raya. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar yang berada di daerah padat penduduk yaitu Sekolah Dasar Negeri Sawojajar II, IV dan VI sedangkan untuk daerah jarang penduduk yaitu Sekolah Dasar Negeri Bantur I, II dan IV pada tahun ajaran 2011/2012.

Berdasarkan latar belakang dan tujuan, penelitian ini menggunakan  penelitian metode cross sectional. Penelitian Metode cross-sectional adalah metode yang dipergunakan untuk melakukan penelitian terhadap beberapa kelompok anak dalam jangka waktu yang relatif singkat. Artinya tiap subjek penelitian hanya diobservasi sekali saja dan pengukuran dilakukan terhadap status karakter atau variabel subjek pada saat pemeriksaan. kemudian instrumen yang digunakan untuk mengukur perkembangan kecepatan lari dan perkembangan kelincahan peneliti menggunakan tes lari cepat 30 meter versi Asim dan untuk tes kelincahan menggunakan Shuttle run 4 x 10 m versi A.C.S.P.F.T.

Dari hasil perhitungan uji Anova menggunakan program SPSS dapat disimpulkan bahwa di daerah padat penduduk nilai signifikansinya kurang dari 0,05, artinya H0 ditolak. Begitu juga di daerah jarang penduduk uji Anova menunjukkan bahwa hasil perhitungan nilai signifikansi kurang dari 0,05, artinya H0 ditolak dari penjelasan di atas berarti ada perbedaan tingkat perkembangan kecepatan lari dan kelincahan anak usia 7-9 tahun yang berada di daerah padat penduduk, begitu juga di daerah jarang penduduk juga terdapat perkembangan kecepatan lari dan kelincahannya. Hasil skor total perolehan waktu untuk perkembangan kecepatan lari anak usia 7-9 tahun yang berada di daerah padat penduduk memperoleh rata-rata sebesar 6,78 detik sedangkan hasil skor total yang diperoleh waktu untuk perkembangan kecepatan lari anak usia 7-9 tahun yang berada di daerah jarang penduduk memperoleh rata-rata sebesar 6,60 detik. Untuk hasil skor total perolehan waktu untuk perkembangan kelincahan anak usia 7-9 tahun yang berada di daerah padat penduduk memperoleh rata-rata sebesar 15,96 detik sedangkan hasil skor total yang diperoleh waktu untuk perkembangan kecepatan lari anak usia 7-9 tahun yang berada di daerah jarang penduduk memperoleh rata-rata sebesar 14,03 detik.

Hasil pengujian perhitungan ANOVA pada perkembangan kecepatan lari nilai signifikansi sebesar (0,00) < 0,05, maka H0 ditolak, yang berarti terdapat perbedaan perkembangan kecepatan lari anak usia 7-9 tahun yang berada di daerah padat penduduk dan daerah jarang penduduk. Hasil pengujian perhitungan ANOVA pada perkembangan kelincahan nilai signifikansinya sebesar (0,00)